Dugaan Kasus Korupsi di SMKN 7 Tangsel, KPK Panggil 6 ASN Disdikbud Banten

Dugaan Kasus Korupsi di SMKN 7 Tangsel, KPK Panggil 6 ASN Disdikbud Banten

WJtoday, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan rasuah pengadaan tanah SMKN 7 Tangerang Selatan. Sebanyak enam saksi dipanggil untuk mendalami kasus tersebut.

"Pemeriksaan bertempat di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Serang," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Senin (8/11/2021).

Ali mengatakan enam orang yang dipanggil itu merupakan pelaksana pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten. Mereka, yakni Supriyati, Ujang Diana, Dian Hardianto, Mochamad Hendra, Fahrozi, dan Moammar Yasser.

KPK berharap para saksi memenuhi panggilan penyidik. Keterangan para saksi dibutuhkan untuk membuat terang praktik kotor tersebut.

Kasus ini sudah masuk tahap penyidikan. KPK sudah menetapkan tersangka yang terlibat.

Namun, KPK belum membeberkan nama tersangkanya. Nama tersangka akan diumumkan bersamaan dengan penahanan.

Sekadar informasi, KPK saat ini sedang mengusut kasus yang berkaitan dengan pengadaan tanah untuk pembangunan SMKN 7 Tangerang Selatan Tahun Anggaran 2017.

KPK sudah menetapkan sejumlah tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan untuk pembangunan sekolah tersebut.

Tapi, KPK masih enggan membeberkan siapa saja yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

KPK akan mengumumkan siapa saja yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini setelah adanya proses penangkapan dan penahanan.

Sejalan dengan proses penyidikan kasus tersebut, tim penyidik sudah menggeledah sejumlah lokasi di wilayah Jakarta, Tangerang Selatan, Serang dan Bogor.

Lokasi yang digeledah, yaitu rumah dan kantor dari para pihak terkait dengan perkara ini.

Tim Penyidik KPK mengamankan sejumlah dokumen, barang elektronik, hingga dua unit mobil usai menggeledah sejumlah lokasi tersebut.

KPK akan menganalisa lebih jauh dua unit mobil serta dokumen-dokumen yang diamankan tersebut.

Diduga, terdapat kerugian keuangan negara lebih dari Rp10 miliar akibat pengadaan lahan untuk pembangunan SMKN 7 Tangerang Selatan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengadaan lahan SMKN 7 Tangsel dianggarkan pada APBD Banten 2017 dengan nilai anggaran sebesar Rp17.9 miliar.

Namun, pembelian lahan yang akan nilainya tak sampai Rp8 miliar.

Diduga ada kejanggalan dalam proses pembelian atau pembebasan lahan tersebut.***