DPR Resmi Usulkan RUU Energi Baru Terbarukan Jadi Undang-undang

DPR Resmi Usulkan RUU Energi Baru Terbarukan Jadi Undang-undang

WJtoday, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) secara resmi mengusulkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Energi Baru Terbarukan (EBT). Nantinya, RUU EBT ini akan dibahas bersama dengan pemerintah dan akan dijadikan undang-undang.

Wakil Ketua DPR Lodewijk F Paulus mengatakan, sembilan fraksi di DPR telah menyampaikan pendapatnya masing-masing terkait hal ini. Para fraksi juga telah menyetujui RUU EBT ini menjadi RUU usulan DPR.

"Kini tiba saatnya kami menanyakan kepada hadirin sidang yang terhormat. Apakah RUU usul inisiatif komisi VII DPR RI tentang Energi Baru dan Energi Terbarukan dapat disetujui menjadi RUU usul DPR RI?" tanya Paulus dalam Rapat Paripurna DPR, Selasa (14/6/2022).

"Setuju," jawab anggota DPR secara serentak.

Adapun, dalam draf RUU EBT, sumber energi baru yang tertulis di Pasal 9 mencakup sumber energi nuklir, hidrogen, gas metana batu bara, batu bara tercairkan, dan batu bara tergaskan.

Sementara itu, sumber energi terbarukan mencakup sumber energi panas bumi, angin, biomassa, sinar matahari, aliran dan terjunan air, sampah, limbah produk pertanian dan perkebunan, limbah atau kotoran hewan ternak, serta gerakan dan perbedaan suhu lapisan laut.

Selain itu, salah satu pasal dalam RUU ini mewajibkan pengusaha mengisi kebutuhan batu bara dalam negeri minimal 30 persen. ***