DPR Minta Kebakaran Kilang Pertamina Cilacap Diinvestigasi

DPR Minta Kebakaran Kilang Pertamina Cilacap Diinvestigasi
Kobaran api yang terlihat dari kebakaran tangki kilang minyak milik Peramina di Cilacap, Minggu 14/11/2021. (antara)

WJtoday, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Mohamad Hekal menegaskan kepada PT Pertamina (Persero) agar segera menyelesaikan investigasi kebakaran di area kilang Pertamina di Cilacap, Jawa Tengah, beberapa waktu yang lalu, dan menindaklanjutinya agar tidak terjadi lagi. 

Apalagi, kilang minyak Pertamina Refinery Unit IV Cilacap ini merupakan salah satu dari tujuh jajaran unit pengolahan yang memiliki kapasitas produksi terbesar.

“Kita harapkan Pertamina memperbaiki kondisi ini supaya Pertamina yang kita banggakan ini tidak melulu (muncul) berita musibah dan kecelakaan,” tegas Hekal dalam keterangan tertulis, Kamis (25/11/2021).

Hekal mengutarakan, saat ini Indonesia memasuki musim hujan, jika kilang terbakar karena petir rasanya tidak mungkin dan ini menjadi risiko juga buat masyarakat sekitar. 

"Rasanya tidak mungkin kalau penyebab kebakaran karena petir, maka akan terjadi banyak kebakaran kilang, karena saat ini dan ke depan sudah masuk musim hujan dan kami terus menunggu evaluasi dan investigasi kebakaran kilang di Cilacap,” sebutnya.

Baca juga: Polisi Periksa Lima Saksi Tekait Kebakaran Kilang Minyak di Cilacap

Politisi Partai Gerindra itu menjelaskan ada beberapa isu penyebab kebakaran yang beredar, salah satunya dugaan sabotase agar import crude lebih besar lagi. Namun dugaan ini semua sudah dipatahkan, kalau sabotase itu masih dikaji oleh pihak kepolisian.

“Kemungkinan menyebabkan impor (crude) meningkat, Insya Allah tidak ada karena memang Pertamina, kita harapkan untuk bisa mengurangi kebutuhan BBM dari impor dan itu programnya masih on track. Dan alhamdulillah yang kebakaran kali ini tidak menyebar kemana-mana hanya satu tangki dan bisa dipadamkan kurang lebih satu malam,” pungkasnya.   

Seperti diberitakan, Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap hasil analisis petir yang diduga jadi penyebab kebakaran di tangki kilang Pertamina di Cilacap, Jateng.

"Berdasarkan analisis data dari alat monitoring kelistrikan udara BMKG di Stasiun Geofisika Banjarnegara, pada 13 November 2021 pukul 18.00 sampai 19.30 WIB terdeteksi dua event sambaran petir. Di antaranya pada pukul 18:47:27 WIB dan jam 19:23:32 WIB," seperti tertulis dalam siaran resmi, Senin (15/11).

BMKG menyebut peristiwa sambaran petir terdekat dengan kilang minyak RU IV Cilacap adalah untuk kejadian sambaran pada 18:47:27 WIB, pada koordinat 7.67942574 LS, 109.1110952 BT, dengan jarak kurang lebih 12 kilometer sebelah timur laut kilang Minyak RU IV Cilacap.  ***