Ditahan di Rutan Bareskrim, Motif M Kace Masih dalam Penyelidikan

Ditahan di Rutan Bareskrim, Motif M Kace Masih dalam Penyelidikan
Tersangka kasus penistaan agama M Kace saat tiba di Mareksrim Polri usai ditangkap petugas, Rabu, 25/8/2021. (cnnindonesia.com)

WJtoday, Jakarta -  Polisi menahan YouTuber Muhammad Kasman alias Muhammad Kace, tersangka dugaan tindak pidana penistaan agama, di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bareskrim Polri Jakarta Selatan.

"Muhammad Kace sudah ditahan tadi malam masuk tahanan pukul 21.50 WIB," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol. Ahmad Ramadhan melalui pesan obrolan singkat, seperti dikutip Antara, Kamis (26/8/2021).

Ramadhan mengatakan penyidik saat ini masih memeriksa tersangka untuk mengetahui motifnya menyebarkan konten bermuatan SARA.

"Motif masih proses di tingkat penyidikan," jelas Ramadhan singkat.

Muhammad Kace ditangkap Tim dari Sempidi, Mengwi Badung Kota Bali, dipimpin oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri di tempat persembunyiannya, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (24/8) sekitar pukul 20.00 WITA.

Penangkapan tersebut atas Laporan Polisi LP/B/500/VIII/2021/SPKT Bareskrim.Polri tanggal 21 Agustus 2021. Sejak laporan itu diterima, Polri melakukan upaya tindak lanjut, salah satunya berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk menurunkan (takedown) video unggahan Muhammad Kace yang mengandung ujaran SARA.

Sampai 25 Agustus 2021, kata Ramadhan, tercatat 42 konten video Muhammad Kace yang diturunkan (takedown), sisanya ada 38 konten video masih dalam proses.

"Total penanganan konten M. Kace oleh Kominfo terbaru pada tanggal 25 Agustus 2021, sudah takedown 42 dan dalam penanganan 38," sebut  Ramadhan.

Upaya lainnya adalah melacak keberadaan Muhammad Kace. Setelah diketahui, dilakukan penangkapan. Muhammad Kace dibawa ke Bareskrim Polri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Polri menjerat tersangka dengan Pasal 45A Ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 156 dan/atau Pasal 156 Huruf a KUHP.

Baca juga: Bareskrim Polri Tahan YouTuber M Kace 20 Hari Kedepan

Tersangka Muhammad Kace terancam hukuman pidana penjara minimal 6 tahun.

Muhammad Kace melakukan penyebaran konten bermuatan SARA terhadap umat Islam melalui channel Muhammad Kace. Sebelum penangkapan, penyidik Ditsiber Polri telah memeriksa saksi pelapor serta saksi ahli.

Menurut saksi ahli bahasa Dr. Andika Dutha Bachari, konten yang disebarkan tergolong sebagai pernyatan yang dapat menimbulkan sikap permusuhan dan kebencian berdasarkan SARA dan penodaan/penistaan terhadap agama Islam.

Senada dengan ahli bahasa, Prof. Effendy Saragih selaku ahli pidana mengatakan pernyataan Muhammad Kace dalam akun YouTube-nya merupakan penghinaan terhadap agama Islam sebagaimana dimaksud Pasal 156 KUHP dan/atau Pasal 45A Ayat (2) jo. Pasal 28 Ayat (2) UU ITE.

Adapun barang bukti yang disita oleh penyidik berupa dua unit ponsel, tiga SIM card, dua modem WiFi, satu recorder, satu power bank, satu kartu keanggotaan Gereja Bethel Indonesia atas nama Muhamad Kasman, KTP, kartu pers hukum kriminal news, kartu NPWP, tiga ATM, dan kartu elektronik Commuter line.  ***