Distaru Kota Bandung Bantah PNS yang Lakukan Kasus Pungli di TPU Cikadut

Distaru Kota Bandung Bantah PNS yang Lakukan Kasus Pungli di TPU Cikadut
Kepala Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bandung, Bambang Suhari

WJtoday, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengklarifikasi bahwa, petugas pemakaman TPU Cikadut yang melakukan pungli terhadap jenazah pasien Covid-19 bukan staf UPT TPU Cikadut.

Kepala Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bandung, Bambang Suhari menjelaskan oknum tersebut bernama Redi yang meminta sejumlah uang kepada keluarga korban yang hendak dimakamkan merupakan seorang  tenaga pemikul tambahan. 

Tenaga pemikul tambahan adalah petugas harian lepas (PHL)  yang diakomodir pada Februari 2021 lalu untuk membantu proses pemikulan jenazah.

"Yang bersangkutan petugas pemikul jenazah yang kami angkat Februari 2021 menjadi PHL pemikul jenazah, untuk memenuhi kebutuhan pelayanan di TPU Cikadut,” jelas Bambang dalam keterangan tertulis, Minggu 11 Juli 2021.
 

Bambang menegaskan bahwa, memastikan seluruh layanan pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Cikadut gratis. Hal ini karena upah para petugas PHL tersebut sudah dibayar oleh Pemkot Bandung sesuai UMK dan selalu tepat waktu.

Selain itu, Distaru Bandung tidak membeda-bedakan latar belakang jenazah korban Covid-19 dalam melaksanakan tugas pemakaman. 

“Bahwa TPU Cikadut diperuntukan bagi jenazah warga Kota Bandung yang meninggal karena Covid-19, dan tidak dipungut biaya apapun. untuk semua warga tanpa membeda-bedakan,” tegasnya.

Baca Juga : Pungli Pemakaman Pasien Covid-19 Terjadi di TPU Cikadut Bandung, Oknum Pemikul Jenazah Dipecat

Sebelumnya, Seorang warga Kota Bandung YT (47) menjadi korban pungutan liar, saat jenazah ayahnya yang tepapar Covid-19 hendak dimakamkan di TPU Cikadut, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, Jawa Barat. 

Keluarga jenazah wajib membayar Rp 4 juta oleh oknum koordinator pemakaman Covid-19 di TPU Cikadut bernama Redi.

Redi beralasan, pemerintah hanya menanggung pemakaman Covid-19 hanya untuk muslim saja. Sedangkan untuk warga non-muslim tidak ditanggung pemerintah.

Baca Juga : Ridwan Kamil Minta Maaf Soal Dugaan Pungli Permakaman Pasien Covid-19 di Bandung

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil angkat bicara terkait kasus tersebut. Ia meminta maaf atas atas perlakuan oknum pemakaman Covid-19 di TPU Cikadut tersebut. 

“Kami memohon maaf atas dinamika yang terjadi di lapangan, karena seharusnya hal ini tidak terjadi,”jelas Ridwan Kamil dikutip dari Instagram pribadinya, Minggu, 11 Juli 2021. ***