Disperindag Jabar Atasi Berkurangnya Stok Gula Pasir Akibat Covid-19

Disperindag Jabar Atasi Berkurangnya Stok Gula Pasir Akibat Covid-19
Disperindag Jabar Atasi Berkurangnya Stok Gula Pasir Akibat Covid-19
WJtoday, Bandung - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar Mohamad Arifin Soedjayana mengatakan, saat ini ketersediaan gula pasir di Jabar berkurang dikarenakan merosotnya persediaan di tingkat nasional terdampak Covid-19.

Meski berkurang, pihaknya menjelaskan persediaan gula pasir di Jabar masih ada. Disperindag pun telah berkoordinasi dan menggelar rapat dengan Kementerian Perdagangan untuk menangani penipisan persediaan gula pasir tersebut.

"Dari hasil kita komunikasi dengan kementerian, izin impor sudah dibuka dan dilaksanakan. Hanya saja, paling akhir Maret gula pasir itu baru terdistribusi. Untuk yang impor baru ini," kata Arifin, Rabu (11/3/2020).

Selain kebutuhan gula yang biasa meningkat saat Ramadan, ia menyebutkan persediaan gula lokal baru bertambah kembali setelah proses penggilingan tebu yang dilakukan pada Juni dan Juli.

"Kami telah berkoordinasi dengan Satgas Pangan dan Produsen Gula Kristal Putih dan mengidentifikasi data stok terakhir yang dimiliki oleh pabrik gula yang berbasis tebu. Per 9 Maret 2020, data stok dilaporkan masih terdapat sebesar 150 ribu ton yang tersebar di Gudang PG di seluruh Indonesia," katanya.

Arifin menjelaskan selama ini untuk memenuhi kebutuhan gula di Jabar, pihaknya mengandalkan gula pasir lokal dari 2 provinsi, yakni Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

"Angka kebutuhan gula ini belum pasti. Hanya kondisinya, di beberapa distributor, posisi stoknya rada kurang dan harganya tinggi, sekitar Rp17 ribu satu kilogram. Berapa tonasenya saya belum ada data terbaru. Yang pasti menjelang bulan Ramadan, kebutuhan gula akan meningkat," katanya.

Menurut Arifin, Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) yang menjadi salah satu pihak yang dapat melakukan stabilisasi harga pun, sudah tidak memiliki stok gula pasir. Hal tersebut dialami juga oleh Bulog.

"Kekurangan persediaan gula ini salah satunya akibat wabah virus corona, memang selama ini ada impor dari China. Jadi ini sudah dibuka impornya, mudah-mudahan lah segera teratasi," pungkasnya. ***