Disdik Jabar Gencarkan Gerakan Pengambilan Ijazah SMA/SMK

Disdik Jabar Gencarkan Gerakan Pengambilan Ijazah SMA/SMK
Disdik Jabar menggencarkan gerakan pengambilan ijazah SMA/SMK, dengan menggelar Gebyar Pengambilan Ijazah, sebagai upaya memenuhi hak siswa mendapatkan ijazah. (ist)

WJtoday, Bandung - Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Disdik Jabar) menggencarkan gerakan pengambilan ijazah SMA/SMK, dengan menggelar Gebyar Pengambilan Ijazah, sebagai upaya memenuhi hak siswa mendapatkan ijazah.

"Gerakan pengambilan ijazah ini akan dilakukan secara masif di tingkat SMK yang berada di Jawa Barat. Terlebih untuk mengambil ijazah sendiri, tidak ada beban yang harus ditanggung oleh orang tua atau para alumni lantaran pemerintah sudah menanggung biaya pendidikan," ungkap Kepala Bidang Pengembangan SMK Disdik JabarEdi Purwanto di SMKN 5 Kota Bandung, Rabu (21/9/2022).

Ia mengatakan khusus lulusan SMK ada kecenderungan dunia kerja lebih melihat sertifikat kompetensi anak SMK untuk kerja di industri.

Kendati demikian, pihaknya menilai ijazah diperlukan, terutama untuk para alumnus yang hendak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

"Jadi para alumni rata-rata langsung bekerja. Terus keasyikan bekerja, akibatnya ijazah masih berada di sekolah. Seolah-olah ditahan sama pihak sekolah. Padahal tidak sama sekali," jelasnya.

Selama ini, pengambilan ijazah baik SMA, SMK, maupun SLB negeri tidak dipungut biaya.

Namun sering kali para alumnus yang telah bekerja menunda mengambilnya di sekolah asal lantaran ijazah kelulusan justru tidak begitu diperhitungkan dalam industri. 

Berdasarkan kecenderungan itu, SMKN 5 Kota Bandung menggelar Gebyar Pengambilan Ijazah. Pihak sekolah itu juga menyiapkan inovasi layanan dari rumah ke rumah melalui kurir untuk ijazah yang belum diambil alumnus.

Kepala SMKN 5 Dini Yuningsih mengatakan pihaknya secara bertahap menyerahkan ijazah tersebut kepada para alumnus, sedangkan untuk tahun 2022, acara Gebyar Pengambilan Ijazah dilaksanakan sejak bulan Juli lalu.  ***