Diminta Awasi Aturan Makan 20 Menit, ini kata Polisi

Diminta Awasi Aturan Makan 20 Menit, ini kata Polisi

WJtoday, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam Inmendagri berharap Satpol PP dan bantuan TNI-Polri dalam pengawasan pembatasan waktu makan pengunjung maksimal 20 menit di warung atau tempat makan sejenis pada daerah PPKM Level 4.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, polisi akan turut mengawasi aturan tersebut agar ditaati oleh setiap rumah makan. Pengawasan dilakukan dengan manfaatkan operasi yustisi.

“Kami masih terus melakukan operasi yustisi, kegiatan patroli, woro-woro,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (27/7).

Yusri juga mengimbau masyarakat pemilik rumah makan agar dengan kesadaran diri menerapkan pembatasan 20 menit bagi pembelinya. Sebab, tidak mungkin anggota polisi dikerahkan untuk menjaga satu per satu rumah makan yang ada.

“Jadi, sama-sama kita sinergi antara masyarakat, aparat, pemerintah daerah. Ini upaya kalau sudah sinergi bersama-sama berkolaborasi memutus mata rantai dengan niatan kita sama-sama semuanya, Insya Allah akan selesai (pandemi Covid-19),” jelas Yusri.

Yusri menegaskan personel polisi akan habis jika fokus mengawasi orang yang makan di warung tersebut.

"Kalau kamu bilang ngawasin, kalau warungnya ada 1.000, terus polisi TNI seribu-seribunya nungguin orang makan, satu dua menit, lima menit apa enggak cukup. Polisi abis semua lama-lama, jika kita lakukan," sambungnya.

Dia berharap, kepada para penjual dan pembeli bisa taat dengan aturan yang sudah dibuat oleh pemerintah. Karena, dengan adanya kesadaran dari masyarakat merupakan salah satu upaya dalam memutus rantai penyebaran Covid.

"Kita mengharapkan teman-teman yang dibolehkan itu bisa taat juga, dia punya konsumen pelanggan mengingatkan. Jadi, sama-sama kita sinergitas antara masyarakat, aparat pemerintah daerah," ungkap Yusri. ***