Diklaim Ampuh Obati Covid-19, Satgas: Indonesia Terbuka pada Semua Jenis Obat, Termasuk Molnupiravir

Diklaim Ampuh Obati Covid-19, Satgas: Indonesia Terbuka pada Semua Jenis Obat, Termasuk Molnupiravir
Obat Molnupiravir

WJtoday, Jakarta - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, Indonesia terbuka terhadap semua alternatif pengobatan Covid-19, salah satunya obat Molnupiravir.

Pemerintah saat ini tengah melakukan pendeketan ke Merck & Co, produsen obat yang diklaim mampu menurunkan risiko kematian pasien Covid-19 itu.

"Pada prinsipnya Indonesia terbuka dengan semua alternatif jenis pengobatan karena semata-mata tujuan kita bersama ialah meningkatkan kesembuhan setinggi-tingginya," kata Wiku dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (5/10/2021).

Pemerintah juga berencana melakukan uji klinis terhadap Molnupiravir.

Wiku mengatakan, sebelum digunakan, seluruh obat harus lolos uji klinis Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), tak terkecuali Molnupiravir.

"Terkait dengan uji klinis tahapan Ini adalah sebuah kewajiban yang harus dilakukan sebelum obat layak digunakan secara umum oleh masyarakat umum," ujarnya

Wiku berjanji pemerintah akan segera menginformasikan ihwal perkembangan obat dan material kesehatan untuk mendukung pelayanan Covid-19.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa pihaknya sudah mendekati produsen obat Molnupiravir yaitu perusahaan farmasi Merck & Co.

Molnupiravir belakangan ramai diperbincangkan karena diklaim mampu mengurangi risiko kematian akibat Covid-19.

"Jadi obat-obatan tersebut sudah kita approach pabrikannya dan kita sudah juga merencanakan untuk, beberapa malah sudah mulai uji klinis," kata Budi dalam konferensi pers secara virtual terkait perpanjangan PPKM, Senin (4/10/2021).

Budi juga mengatakan, pihaknya terus bekerja sama dengan BPOM dan seluruh rumah sakit vertikal untuk melakukan uji klinis dari obat-obat baru, khususnya yang bersifat antibodi monoklonal dan antivirus lainnya.

Ia menyebutkan, uji klinis tersebut penting dilakukan untuk mengetahui jenis obat yang cocok untuk masyarakat Indonesia.

"Dan diharapkan di akhir tahun ini kita sudah bisa mengetahui obat-obat mana kira-kira cocok untuk kondisi masyarakat kita," ujar dia.***