Digeruduk Massa BEM SI, Kemanakah Ketua KPK Firli Bahuri?

Digeruduk Massa BEM SI, Kemanakah Ketua KPK Firli Bahuri?
Ketua KPK, Firli Bahuri./twitter

WJtoday, Jakarta - Massa aksi dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang sebelumnya memadati sekitaran Gedung Merah Putih KPK akhirnya memutuskan untuk membubarkan diri.

Dalam aksinya mereka berorasi menuntut Presiden Joko Widodo segera mengambil sikap menyelematkan 57 pegawai KPK yang akan didepak pada 30 September 2021 nanti. 

BEM SI Gagal bertemu Ketua KPK, kemanakah Ketua KPK Firli Bahuri?

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri, sedang berada di Jambi untuk tugas dinas saat ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) dan Gerakan Selamatkan KPK (GASAK) melakukan aksi demonstrasi di Kantor KPK.

"Iya [sedang dinas di Jambi]," ujar Plt. Juru Bicara Pencegahan KPK, Ipi Maryati Kuding, Senin (27/9/2021).

Kehadiran Firli di Jambi disebut sudah dijadwalkan jauh-jauh hari. Ipi menjelaskan kegiatan itu dalam rangka pelaksanaan program pemberantasan korupsi terintegrasi di Jambi.

Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung terhitung sejak hari ini hingga 1 Oktober 2021.

Sejumlah agenda yang dihadiri Firli selama di Jambi antara lain Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan Korupsi Pemerintah Daerah se-Provinsi Jambi, Rakor Pencegahan Korupsi DPRD se-Jambi, Rapat Koordinasi APH se-Jambi.

Kemudian Rapat Monitoring dan Evaluasi UKPBJ Pemprov Jambi, Rapat Optimalisasi Pendapatan dan Pembenahan Aset Pemprov Jambi, Rapat Optimalisasi Pendapatan dan Aset Daerah Pemko Jambi, Rapat dengan Bank Jambi terkait implementasi Sistem Manajemen Anti-Penyuapan (SMAP), dan Tinjauan Lapangan Aset Bermasalah.

"Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi upaya penguatan tata kelola pemerintahan daerah yang baik," kata Ali.

Baca Juga : Gagal Temui Ketua KPK, Massa BEM SI Bubarkan Diri

Demonstrasi oleh BEM SI dan GASAK di Kantor KPK dilakukan untuk menuntut pembatalan pemecatan 57 pegawai KPK pada 30 September mendatang.

Adapun aksi turun ke jalan ini merespons sikap diam Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap surat yang telah disampaikan mahasiswa.

Sedikitnya 1.200 polisi dikerahkan untuk mengamankan jalannya unjuk rasa. Saat ini, mahasiswa dan aparat sudah berhadapan. ***