Polisi Tetapkan 1 Tersangka Pembawa Molotov dan Buru Provokator Kerusuhan Demo Tolak PPKM Bandung

Polisi Tetapkan 1 Tersangka Pembawa Molotov dan Buru Provokator Kerusuhan Demo Tolak PPKM Bandung

WJtoday, Bandung - Polisi terus menyelidiki kasus demo menolak perpanjangan PPKM berujung rusuh di Balai Kota Bandung, Rabu (21/7). Kini, tengah dicari pelaku di medsos yang diduga mengajak massa berbuat rusuh.

"Masih kita selidiki, akan kita lakukan penyelidikan, pembuat ajakan di medsos itu," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya ketika dikonfirmasi, Kamis (22/7).

Ulung menambahkan, pihak-pihak tak bertanggung jawab ini diduga memang hendak membuat situasi di Kota Bandung menjadi tak kondusif dengan mengajak massa menolak perpanjangan PPKM, mendiskreditkan pemerintah, dan melakukan berbagai perusakan fasilitas publik.

"Kami berkesimpulan mereka ingin membuat Kota Bandung tidak kondusif, dengan seolah-olah mereka mengajak massa untuk tidak suka dengan PPKM, sehingga mereka mendiskreditkan pemerintah," ucap dia.


Polisi Tetapkan 1 Tersangka Pembawa Molotov


Polisi terus melakukan penangkapan terhadap massa yang terlibat aksi demo menolak perpanjangan PPKM di Bandung. Kini jumlah orang yang ditangkap mencapai 170 orang.

Mereka telah dipulangkan ke rumah masing-masing setelah dilakukan pendataan dan pemeriksaan oleh polisi.

Meski begitu, ada sekitar 6 orang diperiksa polisi guna dimintai keterangan terkait dengan temuan bom molotov. Lima orang dimintai keterangan dengan status sebagai saksi sedangkan satu lainnya terbukti bersalah dan ditetapkan sebagai tersangka.

Namun, dikarenakan pelaku masih di bawah umur, maka akan dikenakan UU Perlindungan Anak.

"Total ada enam yang diamankan, lima sebagai saksi dan satu terbukti, karena di bawah umur dikenakan UU Perlindungan Anak," kata Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Adanan Mangopang, Kamis (22/7).

Sebelumnya, 150 orang yang terdiri dari pelajar tingkat menengah pertama hingga pengangguran diamankan polisi. Massa ini berbuat rusuh, menutup jalan, hingga merusak fasilitas publik.

Di antara massa yang ditangkap, polisi mendapati ada yang membawa bom molotov. Barang berbahaya itu dipastikan telah diamankan dan bakal diselidiki lebih lanjut. Massa ini juga langsung dites antigen dan hasil sementara ada tiga yang reaktif atau positif corona.***(agn)