Deklarator KAMI Tanggapi Tudingan Mendalangi Aksi Menolak UU Cipta Kerja

Deklarator KAMI Tanggapi Tudingan Mendalangi Aksi Menolak UU Cipta Kerja
Deklarator KAMI, Ahmad Yani
WJtoday, Jakarta - Puluhan spanduk bertuliskan "KAMI Terbukti Mendalangi Aksi" berjajar mulai dari area Patung Kuda Arjuna Wiwaha hingga Persimpangan Harmoni.

Spanduk menyudutkan Koalisi Aksi Menelamatkan Indonesia (KAMI) sebagai dalang aksi berujung ricuh dan perusakan beberapa waktu lalu. 

Spanduk itu mayoritas bertulis “KAMI Terbukti Menunggangi Aksi Demo Buruh dan Pelajar”. Spanduk dipasang dengan rentan jarak 10 hingga 15 meter.

Menanggapi fenomena tersebut,  salah satu deklarator KAMI, Ahmad Yani mengatakan, orang-orang yang diduga memasang puluhan spanduk tersebut adalah pihak-pihak yang panik dengan keberadaan KAMI. Sehingga mereka mendiskreditkan KAMI dengan menyebarkan spanduk yang tidak benar.

"Itu ulah orang yang tidak suka dengan KAMI. Mulai terganggu dengan kehadiran KAMI," kata Ahmad Yani di Jakarta, Senin (12/10).

Menurut mantan anggota Komisi III DPR RI ini, cara-cara melakukan kampanye gelap dengan mendiskreditkan KAMI tersebut adalah cara-cara lama. Ia yakin polanya sama saat KAMI dihadang dan dihalang-halangi saat melakukan deklarasi di sejumlah daerah.

"Itu kan cara-cara lama. Itu orang-orangnya masih sama yang ngehadang-ngehadangi KAMI di daerah-daerah kemarin kita deklarasi. Itu ulah BuzzeRp bayaran-bayaran itu," demikian Ahmad Yani.


Diketahui, pada Senin pagi (12/10) puluhan spanduk diketahui telah berjajar mulai dari area Patung Kuda Arjuna Wiwaha hingga persimpangan Harmoni.

Puluhan spanduk itu dipasang di pinggiran jalan. Mayoritas spanduk menyebut KAMI sebagai dalang aksi penolakan UU Cipatker yang berujung ricuh dan pengrusakan beberapa waktu lalu.

Sekadar informasi, kawasan Patung Kuda merupakan wilayah yang jadi lokasi para demonstran penolak Omnibus Law UU Cipta Kerja berunjuk rasa pada Kamis kemarin (8/10). Begitu juga di area persimpangan Harmoni.***