Deklarasi Luhut for President 2024?

Deklarasi Luhut for President 2024?
Poster Deklarasi Luhut for President 2024./Twitter

WJtoday, Jakarta - Sekelompok relawan yang menamakan diri Sahabat LBP mendukung Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan (LBP) maju di ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Dukungan itu disampaikan lewat deklarasi Luhut for President 2024 di Cefe Bintang, Jakarta Pusat, Sabtu (9/10/2021).

Presidium Sahabat LBP, Sarjan Andesbaya mengatakan, deklarasi dukungan ini hanya permulaan untuk deklarasi yang lebih besar pada 28 Oktober 2021 nanti.

Menurut Sarjan, dukungan tersebut diberikan setelah melihat jejak Luhut selama ini di pemerintahan membantu Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang dinilai begitu baik.

"Dukungan ini dilakukan oleh Sahabat LBP setelah melihat kiprah dan prestasi Menko Marves Luhut selama sekitar 7 tahun mendampingi Presiden Jokowi baik di tengah situasi normal maupun di tengah situasi prihatin di tengah pandemi saat ini," ujarnya.

Sarjan menilai semua tugas-tugas penting yang diperintahkan presiden kepada Luhut dilaksanakan dengan sukses sesuai target seperti yang dilihatnya ketika mengomandoi PKPM Darurat Jawa-Bali. Buktinya, saat ini kasus Covid-19 melandai.

"Ini patut kita apresiasi yang menunjukkan kuatnya leadership LBP saat diberi tugas-tugas penting," ujar dia.


LBP Dianggap Pantas

Menko Luhut Luhut Binsar Pandjaitan adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia. Terlepas dari kontroversi yang kerap menghinggapinya, Sahabat LBP menganggap Luhut pantas untuk menduduki kursi orang nomor satu di Indonesia. Sahabat LBP menilai kiprah Luhut begitu moncer untuk menarik investasi ke Indonesia.

"Investasi itu sangat luar biasa, mendorong investasi asing untuk inves ke Indonesia dan dapat memberikan masyarakat lapangan kerja," kata Sarjan.

Sarja mengaku ada ratusan relawan Sahabat LBP di seluruh Indonesia. Bahkan di Medan, Sumatera Utara telah terbentuk strukturnya.

Pada deklarasi besar nanti, Sarjan mengaku pihaknya bakal berkoordinasi dengan Luhut sendiri untuk meminta restu acara tersebut. Terlepas bakal disetujui Luhut atau tidak, pihaknya akan tetap menggelar deklarasi tersebut.

"Pasca soft launching ini kami akan segera berkonsolidasi untuk menggalang dukungan terutama kelompok pemuda dan mahasiswa, pedagang kecil, pedang kaki lima dan petani yang telah lama kami advokasi di berbagai daerah. Deklarasi resmi akan lakukan persis pada saat hari sumpah pemuda 28 Oktober mendatang di Jakarta," pungkasnya.

Jubir: Tidak Pernah Terpikir Nyapres 

Beredar poster dari grup Whatsapp yang bertuliskan Deklarasi LBP for President RI 2024. Deklarasi tersebut rencananya akan berlangsung di sebuah kafe di kawasan Jakarta Pusat, pada 9 Oktober 2021. 
Mereka menamakan Sahabat LBP singkatan panggilan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. 

Mengenai informasi yang beredar, Juru Bicara Menko Marves Jodi Mahardi menyatakan bahwa deklarasi pimpinannya tersebut tidak benar. Karena untuk bisa mengabdi kepada negara, Luhut tak harus menjadi Presiden. 

"Tidak benar, orang iseng saja kali. Pak Menko (Luhut) selalu bilang mengabdi itu enggak harus jadi presiden," katanya, Senin (4/10/2021). 

Jodi menjelaskan, Luhut ketika pada tahun tersebut akan lebih fokus terhadap yayasan pendidikan yang dirintisnya bersama sang istri Devi Pandjaitan pada 2001 lalu, yakni Yayasan Del. 

Sampai sekarang, Luhut tidak ada berniat untuk menyalonkan diri menjadi calon presiden pada 2024 mendatang. 

"Pak Luhut 2024 akan fokus ke yayasannya saja. Tidak pernah terpikir untuk nyapres. Beliau bisa mengukur diri lah," ucapnya. 

Namun, ia sendiri sudah tidak heran dengan isu negatif yang kerap disebar. Sebagai contoh, ia menyebutkan, sejak awal adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) saja, sudah banyak orang yang berpikiran negatif serta dijadikan bahan ejekan maupun hinaan yang targetnya tak lain kepada mantan Menko Polhukam ini. 

"Banyak orang yang negative thinking sama Pak Menko (Luhut). Contohnya di awal-awal PPKM semua pada bully beliau," ujarnya.***