Kebun Binatang Bandung Batal Potong Angsa dan Rusa untuk Pakan Harimau-Macan

Kebun Binatang Bandung Batal Potong Angsa dan Rusa untuk Pakan Harimau-Macan

WJtoday, Bandung - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung mengupayakan untuk membantu destinasi wisata Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoological Garden (Bazoga) yang minim pemasukan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Kepala Bidang Kepariwisataan Disbudpar Kota Bandung, Edward Parlindungan mengatakan saat ini Pemkot Bandung memang tidak memiliki anggaran khusus untuk menangani permasalahan Kebun Binatang Bandung. Untuk itu, pihaknya bakal mendorong dan memfasilitasi para donatur untuk Kebun Binatang Bandung.

"Memang kalau dari kami dari APBD sendiri memang tidak ada dalam anggaran kita, tapi kita berusaha cari solusi untuk kebun binatang ini agar bisa terus berlangsung," kata Edward Parlindungan di Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/8/2021).

Selain itu, ia pun bakal mendorong masyarakat umum agar bisa membantu meringankan beban operasional yang dialami oleh kebun binatang. Selama PPKM dilakukan, kebun binatang memang tidak menerima kunjungan sama sekali.

"Dan ada juga yang memang beberapa masyarakat yang membantu, dan kita berusaha menggugah masyarakat untuk bisa membantu Kebon Binatang ini," kata dia.

Adapun saat ini kebun binatang menyatakan tengah mengalami masalah kekurangan biaya operasional untuk pakan hewan. Sehingga pengelola kebun binatang menyatakan perlu mencari cara agar pakan hewan dapat tetap aman.


Kebun Binatang Bandung Batal Potong Angsa dan Rusa untuk Pakan Harimau-Macan

Kebun Binatang Bandung (Bazoga) tak jadi mengorbankan angsa dan rusa sebagai makanan bagi macan dan harimau. Ketersediaan pakan bagi hewan karnivora tersebut dipastikan aman.

"Enggak, enggak akan dijalankan, insyaallah. Aman (pakannya)," kata Juru Bicara Bazoga, Sulhan Syafi'i, Selasa (3/8).

Sulhan menambahkan, pihaknya sudah mendapatkan bantuan berupa daging sapi dan ayam dari lembaga Lazis Darul Hikam. Meski tak merinci jumlah bantuan yang diterima, dia memastikan daging pakan macan serta harimau aman hingga akhir bulan Agustus mendatang.

"Sampai akhir bulanlah aman, sampai akhir bulan Agustus daging sapinya," ucap dia.

Selain itu, menurut Sulhan, pihaknya juga mendapatkan bantuan donasi rutin berupa buah dan sayuran dari Yogya Supermarket Group senilai Rp 7,5 juta hingga Rp 8 juta tiap harinya.

Buah dan sayuran yang diberikan itu sudah tak layak jual, tapi masih sangat berguna untuk pakan satwa.

"Bentuknya buah dan sayuran yang sudah expired, maksudnya tidak laku untuk dijual, tapi untuk satwa mah masih layak sekali," kata dia.

Begitu juga terkait dengan anggaran, dipastikan masih aman hingga akhir bulan September mendatang. Akan tetapi, Sulhan tak merinci anggaran yang sekarang masih tersedia.

"Karena sudah ada yang menjamin, kita sampai akhir September juga aman anggarannya," jelas Sulhan.

Sebelumnya diberitakan, Kebun Binatang Bandung mewacanakan memotong angsa dan rusa untuk dijadikan pakan bagi macan tutul Jawa dan harimau Sumatera. Kebun Binatang Bandung merupakan milik pribadi/yayasan dan bukan milik pemerintah.

Hal tersebut terpaksa dilakukan sebab kondisi keuangan perusahaan yang memburuk imbas penerapan PPKM yang dalam aturannya mengharuskan penutupan objek wisata.***