Dampak PPKM, Kebun Binatang Bandung Potong Angsa hingga Rusa Demi Pakan Satwa

Dampak PPKM, Kebun Binatang Bandung Potong Angsa hingga Rusa Demi Pakan Satwa

WJtoday, Bandung - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi namun juga berimbas ke sektor wisata. Salah satunya kebun binatang Bandung atau Bandung Zoological Garden.

Hampir satu bulan lebih salah satu destinasi wisata favorit di Kota Kembang itu berhenti beroperasi mengikuti anjuran pemerintah.

Untuk menutupi biaya pakan satwa yang mencapai Rp300 juta per bulan, pihak pengelola kebun binatang terpaksa memotong setengah gaji karyawan karena nihilnya pemasukan, mengingat sejak adanya penutupan wisata, belum ada sedikitpun bantuan dari pemerintah untuk menghidupi 800 ekor koleksi satwa yang ada di kebun binatang itu.

Pengelola kebun binatang Bandung, Jawa Barat bahkan berencana memotong rusa dan angsa untuk dijadikan pakan Harimau Sumatera dan macan tutul.

Langkah itu diambil sebagai upaya untuk menyelamatkan satwa endemik asli Indonesia itu jika dalam beberapa waktu penutupan jam operasional selama PPKM masih diberlakukan.

Humas Kebun Binatang Bandung, Sulhan Syafii mengatakan sebisa mungkin pihak pengelola kebun binatang berupaya agar satwa endemik atau satwa asli Indonesia yang mulai langka itu agar tidak kelaparan.

"Semua satwa kita tuh sekarang sehat karena yang terutama kita selamatkan satwa. Sejak bulan lalu upah karyawan dibelah, sebagian untuk pakan satwa dan sisanya untuk gaji karyawan," kata Sulhan melalu keterangannya, dikutip Rabu (28/7/2021).

Sulhan menambahkan, pihaknya saat ini sudah tidak mungkin lagi menyiasati kebutuhan operasional apalagi untuk satu bulan ke depan. Sebab, cadangan dana kebun binatang sudah kian menipis.

"Kalau ditutup sampai sebulan ke depan kita nyerah gak mungkin memodifikasi pakan lagi seperti sekarang ini," sambungnya.

"Kita punya sekitar 30an angsa dan burung-burung tidak dilindungi, kita juga punya rusa terutama rusa totol itu yang akan kita potong duluan untuk menyelamatkan satwa endemik atau satwa asli Indonesia misalnya macan tutul, Harimau Sumatera, itu yang kita selamatkan duluan," jelas Sulhan.***(agn)