Cucu Sugyati: UMKM Pertanian dan Kuliner Miliki Prospek Cerah di Masa Pandemi

Cucu Sugyati: UMKM Pertanian dan Kuliner Miliki Prospek Cerah di Masa Pandemi
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat Cucu Sugyati
WJtoday, Bandung - Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dapat mengambil peluang dari sektor kuliner dan pertanian yang terbukti meski pandemi tetap hidup bahkan berkembang pesat. 

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) Cucu Sugyati berpendapat, Ini tidak lepas dari gaya hidup masyarakat di tengah wabah virus yang cenderung berbelanja makanan secara daring. 

"Ketika masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, dan juga menghindari kerumunan, mereka lebih suka belanja secara online, Dan ini menjadi tren di masa pandemi." kata Cucu di Bandung,  Senin (9/11/2020).

Dia mengutarakan, dalam kondisi apapun masyarakat membutuhkan makan sehingga industri kuliner tidak akan pernah mati. 

"Makanan itu kebutuhan primer, jadi peluangnya tetap besar untuk dioptimalkan para pelaku UMKM." ujarnya. 

Terkait kondisi tersebut, Cucu juga berpendapat, dengan demikian  bidang pertanian pun memiliki prospek cerah. 

"Supply bahan baku kuliner tentu terkait dengan sektor pertanian untuk bahan baku, jadi potensi UMKM sektor ini juga sama bagusnya." sebut legislator dari Partai Golkar ini.

"Selain itu juga untuk kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat. Sama seperti makanan, ini kebutuhan primer. Tak akan pernah terhenti." imbuhnya.

Ditambahkannyya, ketika kesehatan begitu diperhatikan masyarakat di kala pandemi, muncul tren baru alternatif pemakaian obat tradisional seperti jamu, herbal, dan rempah.

"Ini juga bisa dimanfaatkan sebagai peluang besar bagi UMKM sektor pertanian menyiapkan bahan bakunya." tandasnya.

Cucu pun mengingatkan, untuk mampu mengoptimalkan peluang-peluang tersebut UMKM harus lebih berkembang. Salah satunya  dengan pandai memanfaatkan internet dan teknologi digital dalam promosi, pemasaran, dan penjualan. 

Sebagai informasi, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jabar mencatat, saat ini sebanyak 58.263 UMKM di seluruh Jabar terdampak oleh COVID-19. Paling tinggi berada di Kabupaten Tasikmalaya disusul Kabupaten Ciamis. UMKM terdampak di dua daerah ini kebanyakan bergerak di bidang kerajinan.   ***