Covid-19 RI per 9 November: 434 Kasus Baru, 585 Sembuh, 21 Meninggal

Covid-19 RI per 9 November: 434 Kasus Baru, 585 Sembuh, 21 Meninggal
Ilustrasi (wjtoday/yoga enggar)

WJtoday, Bandung - Pemutakhiran Covid-19 di Indonesia pada Selasa (9/11/2021) melaporkan penambahan sebanyak 434 kasus baru. Dengan demikian, jumlah total kasus telah mencapai 4,248,843 selama pandemi berlangsung.

Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kesehatan, pada Selasa ini jumlah kasus berkurang sebanyak 172 orang. Sehingga jumlah total kasus aktif adalah tinggal 9,602 pasien, atau 0,2 persen dari keseluruhan kasus.

Sementara jumlah pasien sembuh pada hari ini dilaporkan sebanyak 585 orang, dan jumlah total pasien sembuh telah mencapai 4,095,663 orang, atau sebesar 96,4 persen dari total kasus.

Sedangkan pasien yang meninggal terpapar virus mematikan ini dilaporkan pada hari ini sebanyak 21 orang. Dengan demikian jumlah korban meninggal total tercatat 143,578 orang, atau sebesar 3,4 persen.

Dilaporkan pula jumlah spesimen yang diperiksa per hari ini sebanyak 188,597 spesimen, sehingga total pemeriksaan tercatat sebanyak 48,569,402 spesimen.

Baca juga: Peran Penting APBN Perangi Dampak Covid-19

Dalam menghadapi pandemi Covid-19, pemerintah Indonesia mengerahkan segala kemampuannya untuk bisa menanganinya. Selain berupaya keras untuk bisa mendapatkan persediaan vaksin Covid-19 untuk masyarakat Indonesia, kini pemerintah juga tengah berusaha mendapatkan obat-obatan antivirus seperti Molnupiravir.

Obat antivirus yang dikembangkan oleh Perusahaan Farmasi Amerika Serikat (AS), Merck & Co,. itu diketahui tengah menjadi incaran beberapa negara, termasuk Indonesia. 

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan pemerintah memiliki sejumlah strategi dalam mengamankan stok obat antivirus Covid-19 di Indonesia, di antaranya adalah Molnupiravir.

Budi menuturkan pengamanan stok obat antivirus seperti Molnupiravir itu diperlukan agar Indonesia tidak kerepotan saat terjadi peningkatan kasus aktif. 

Ia pun mengungkapkan strategi jangka pendek pemerintah adalah ingin mendatangkan lebih cepat Molnupiravir, bahkan sebelum libur Natal dan Tahun baru (Nataru).

"Impor dulu, agar sebelum Nataru sudah ada stoknya," terang Budi dalam konferensi pers hasil rapat terbatas evaluasi PPKM, Senin (8/11).  ***