Covid-19 RI per 29 Oktober: 683 Kasus Baru, 681 Sembuh, 28 Meninggal

Covid-19 RI per 29 Oktober: 683 Kasus Baru, 681 Sembuh, 28 Meninggal
Ilustrasi (wjtoday/yoga enggar)

WJtoday, Bandung - Pemutakhiran Covid-19 di Indonesia pada Jumat (29/10/2021) melaporkan penambahan sebanyak 683 kasus baru. Dengan demikian, jumlah total kasus telah mencapai 4,243,215 selama pandemi berlangsung.

Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kesehatan, pada Jumat ini jumlah kasus berkurang sebanyak 26 orang. Sehingga jumlah total kasus aktif adalah tinggal 12,414 pasien, atau 0,3 persen dari keseluruhan kasus.

Sementara jumlah pasien sembuh pada hari ini dilaporkan sebanyak 681 orang, dan jumlah total pasien sembuh telah mencapai 4,087,440 orang, atau sebesar 96,3 persen dari total kasus.

Sedangkan pasien yang meninggal terpapar virus mematikan ini dilaporkan pada hari ini sebanyak 28 orang. Dengan demikian jumlah korban meninggal total tercatat 143,361 orang, atau sebesar 3,4 persen.

Dilaporkan pula jumlah spesimen yang diperiksa per hari ini sebanyak 244,392 spesimen, sehingga total pemeriksaan tercatat sebanyak 46,285,013 spesimen.

Baca juga: Cuti Bersama Natal Dihapus untuk Tekan Pergerakan Masyarakat

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah tengah bersiap melakukan pengendalian mobilitas masyarakat dan pengetatan protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19 usai masa libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (nataru).

Menhub menjelaskan antisipasi perlu dilakukan mengingat upaya pemerintah dalam mengendalikan kasus Covid-19 sampai saat ini sudah berjalan baik, sehingga jangan sampai terjadi kenaikan kasus usai libur Natal dan tahun baru.

“Semua pihak harus belajar dari negara-negara lain yakni Tiongkok, Inggris, Jerman dan beberapa negara lainnya, yang mengalami gelombang ketiga kasus Covid-19. Saya harap seluruh pemangku kepentingan dapat bersama-sama kompak menjaga kondisi yang sudah mulai membaik ini,” kata Budi, Selasa (26/10).

Selain upaya pengendalian mobilitas dan pengetatan protokol kesehatan, Menhub juga menginstruksikan agar para operator transportasi dapat memastikan kesiapan sarana transportasi massal, baik dari aspek keselamatan, kelaikan, kondisi kesehatan para SDM transportasi dan aspek penting lainnya.  ***