Covid-19 RI per 28 September: 2.057 Kasus Baru, 3.551 Sembuh, 124 Meninggal

Covid-19 RI per 28 September: 2.057 Kasus Baru, 3.551 Sembuh, 124 Meninggal
Ilustrasi (pam)

WJtoday, Bandung - Pemutakhiran Covid-19 di Indonesia pada Selasa (28/9/2021) melaporkan penambahan sebanyak 2,057 kasus baru. Dengan demikian, jumlah total kasus telah mencapai 4,211,460 selama pandemi berlangsung.

Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kesehatan, pada Selasa ini jumlah kasus berkurang sebanyak 1,618 orang. Sehingga jumlah keseluruhan kasus aktif adalah tinggal 38,652 pasien, atau 0,9 persen dari keseluruhan kasus.

Sementara jumlah pasien sembuh pada hari ini dilaporkan sebanyak 3,551 orang, dan jumlah total pasien sembuh telah mencapai 4,031,099 orang, atau sebesar 95,7 persen dari total kasus.

Sedangkan pasien yang meninggal terpapar virus mematikan ini dilaporkan pada hari ini sebanyak 124 orang. Dengan demikian jumlah korban meninggal total tercatat 141,709 orang, atau sebesar 3,4 persen.

Dilaporkan pula jumlah spesimen yang diperiksa per hari ini sebanyak 275,768 spesimen, sehingga total pemeriksaan tercatat sebanyak 38,566,783 spesimen.

Baca juga: Pemerintah Ajak Semua Pihak Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengingatkan pentingnya belajar dari pengalaman, untuk mencegah terjadinya lonjakan gelombang ketiga (third wave) di Indonesia. Indonesia saat ini telah mengalami 2 kali lonjakan yang terjadi pada Januari dan Juli 2021.

Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, saat ini dunia tengah mengalami lonjakan ketiga. Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan dengan mempelajari pola kenaikan kasus Indonesia yang lebih lambat dari kenaikan kasus dunia.

"Pada pola second wave dimana terdapat jeda 3 bulan, perlu kita antisipasi mengingat dalam 3 bulan kedepan ini kita akan memasuki periode libur natal dan tahun baru 2022," Wiku dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB  yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, dipantau pada Rabu (22/9).

Hal ini berarti ada potensi kenaikan kasus semakin meningkat. Tentunya dengan pembelajaran lonjakan pertama dan kedua yang telah berhasil dilewati. Di Indonesia, terjadinya lonjakan lebih disebabkan faktor internal dan bukan karena naiknya kasus global ataupun datang dari negara-negara lain.   ***