Covid-19 RI per 26 September: 1.760 Kasus Baru, 2.976 Sembuh, 86 Meninggal

Covid-19 RI per 26 September: 1.760 Kasus Baru, 2.976 Sembuh, 86 Meninggal
Ilustrasi (wjtoday/yoga enggar)

WJtoday, Bandung - Pemutakhiran Covid-19 di Indonesia pada Minggu (26/9/2021) melaporkan penambahan sebanyak 1.760 kasus baru. Dengan demikian, jumlah total kasus telah mencapai 4,208,013 selama pandemi berlangsung.

Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kesehatan, pada Minggu ini jumlah kasus berkurang sebanyak 1,302 orang. Sehingga jumlah keseluruhan kasus aktif adalah tinggal 42,769 pasien, atau 1 persen dari keseluruhan kasus.

Sementara jumlah pasien sembuh pada hari ini dilaporkan sebanyak 2,976 orang, dan jumlah total pasien sembuh telah mencapai 4,023,777 orang, atau sebesar 95,6 persen dari total kasus.

Sedangkan pasien yang meninggal terpapar virus mematikan ini dilaporkan pada hari ini sebanyak 86 orang. Dengan demikian jumlah korban meninggal total tercatat 141,467 orang, atau sebesar 3,4 persen.

Dilaporkan pula jumlah spesimen yang diperiksa per hari ini sebanyak 217,084 spesimen, sehingga total pemeriksaan tercatat sebanyak 38,076,424 spesimen.

Baca juga: Dua Kunci Berdamai dengan Covid-19: Pakai Masker dan Vaksinasi

Pemerintah mengajak semua pihak mengantisipasi gelombang ketiga Covid-19 dengan mempertahankan tren penurunan kasus positif di Indonesia.

Untuk itu, pemerintah menyuarakan penguatan 3T (testing, tracing, dan treatment), disiplin memakai masker, vaksinasi, serta penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai kunci untuk menjaga momentum saat ini.

"Pemerintah mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengantisipasi gelombang ke-3 Covid-19 seiring meningkatnya kasus di beberapa negara tetangga, seperti Filipina, Malaysia, dan Singapura," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dalam siaran pers, Selasa (21/9/2021).

Menteri Johnny menjelaskan bahwa berdasarkan penelitian berjudul Multiwave Pandemic Dynamics Explained: How to Tame The Next Wave of Infectious Diseases dalam jurnal Scientific Reports, gelombang baru Covid-19 tidak dapat dihindari.

Hal yang dapat dilakukan, kata dia, adalah memperlambat terjadinya gelombang baru dengan mengendalikan jumlah kasus ketika berada di level rendah. Hal tersebut harus diiringi dengan peningkatan intervensi farmasi seperti vaksinasi.  ***