Covid-19 RI per 23 September: 2.881 Kasus Baru, 4.386 Sembuh, 160 Meninggal

Covid-19 RI per 23 September: 2.881 Kasus Baru, 4.386 Sembuh, 160 Meninggal
Ilustrasi (wjtoday/yoga enggar)

WJtoday, Bandung - Pemutakhiran Covid-19 di Indonesia pada Kamis (23/9/2021) melaporkan penambahan sebanyak 2,881 kasus baru. Dengan demikian, jumlah total kasus telah mencapai 4,201,559 selama pandemi berlangsung.

Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kesehatan, pada Kamis ini jumlah kasus berkurang sebanyak 1,665 orang. Sehingga jumlah keseluruhan kasus aktif adalah tinggal 47,997 pasien, atau 1,1 persen dari total kasus.

Sementara jumlah pasien sembuh pada hari ini dilaporkan sebanyak 4,386 orang, dan jumlah total pasien sembuh telah mencapai 4,012,448 orang, atau sebesar 95,5 persen dari total kasus.

Sedangkan pasien yang meninggal terpapar virus mematikan ini dilaporkan pada hari ini sebanyak 160 orang. Dengan demikian jumlah korban meninggal total tercatat 141,114 orang, atau sebesar 3,4 persen.

Dilaporkan pula jumlah spesimen yang diperiksa per hari ini sebanyak 248,125 spesimen, sehingga total pemeriksaan tercatat sebanyak 37,348,941 spesimen.

Baca juga: Wapres: Indonesia tak Mau Kecolongan Lagi oleh Varian Baru

Pemerintah mengajak semua pihak mengantisipasi gelombang ketiga Covid-19 dengan mempertahankan tren penurunan kasus positif di Indonesia.

Untuk itu, pemerintah menyuarakan penguatan 3T (testing, tracing, dan treatment), disiplin memakai masker, vaksinasi, serta penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai kunci untuk menjaga momentum saat ini.

"Pemerintah mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengantisipasi gelombang ke-3 Covid-19 seiring meningkatnya kasus di beberapa negara tetangga, seperti Filipina, Malaysia, dan Singapura," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dalam siaran pers, Selasa (21/9/2021).

Menteri Johnny menjelaskan bahwa berdasarkan penelitian berjudul Multiwave Pandemic Dynamics Explained: How to Tame The Next Wave of Infectious Diseases dalam jurnal Scientific Reports, gelombang baru Covid-19 tidak dapat dihindari.

Hal yang dapat dilakukan, kata dia, adalah memperlambat terjadinya gelombang baru dengan mengendalikan jumlah kasus ketika berada di level rendah. Hal tersebut harus diiringi dengan peningkatan intervensi farmasi seperti vaksinasi.  ***