Covid-19 RI per 21 September: 3.263 Kasus Baru, Pasien Sembuh Lampaui 4 Juta

Covid-19 RI per 21 September: 3.263 Kasus Baru, Pasien Sembuh Lampaui 4 Juta
Ilustrasi (pam)

WJtoday, Bandung -  Pemutakhiran Covid-19 di Indonesia pada Selasa (21/9/2021) melaporkan penambahan sebanyak 3,263 kasus baru. Dengan demikian, jumlah total kasus telah mencapai 4,195,958 selama pandemi berlangsung.

Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kesehatan, pada Selasa ini jumlah kasus berkurang sebanyak 3,489 orang. Sehingga jumlah keseluruhan kasus aktif adalah tinggal 52,447 pasien, atau 1,2 persen dari total kasus.

Sementara jumlah pasien sembuh pada hari ini dilaporkan sebanyak 6,581 orang, dan jumlah total pasien sembuh telah mencapai 4,002,706 orang, atau sebesar 95,4 persen dari total kasus.

Sedangkan pasien yang meninggal terpapar virus mematikan ini dilaporkan pada hari ini sebanyak 171 orang. Dengan demikian jumlah korban meninggal total tercatat 140,805 orang, atau sebesar 3,4 persen dari total kasus.

Dilaporkan pula jumlah spesimen yang diperiksa per hari ini sebanyak 202,795  spesimen, sehingga total pemeriksaan tercatat sebanyak 36,595,996 spesimen.

Baca juga: PPKM Jawa-Bali Diperpanjang hingga 4 Oktober, tak Ada Level 4

Pemerintah mengajak semua pihak mengantisipasi gelombang ketiga Covid-19 dengan mempertahankan tren penurunan kasus positif di Indonesia.

Pemerintah menyuarakan penguatan 3T (testing, tracing, dan treatment), disiplin memakai masker, vaksinasi, serta penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai kunci untuk menjaga momentum saat ini.

"Pemerintah mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengantisipasi gelombang ke-3 Covid-19 seiring meningkatnya kasus di beberapa negara tetangga, seperti Filipina, Malaysia, dan Singapura," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dalam siaran pers, Selasa (21/9/2021).

Menteri Johnny menjelaskan bahwa berdasarkan penelitian berjudul Multiwave Pandemic Dynamics Explained: How to Tame The Next Wave of Infectious Diseases dalam jurnal Scientific Reports, gelombang baru Covid-19 tidak dapat dihindari.

Hal yang dapat dilakukan, kata dia, adalah memperlambat terjadinya gelombang baru dengan mengendalikan jumlah kasus ketika berada di level rendah. Hal tersebut harus diiringi dengan peningkatan intervensi farmasi seperti vaksinasi.  ***