Covid-19 RI per 12 September: 3.779 Kasus Baru, 9.401 Sembuh, 188 Meninggal

Covid-19 RI per 12 September: 3.779 Kasus Baru, 9.401 Sembuh, 188 Meninggal
Ilustrasi (wjtoday/yoga enggar)

WJtoday, Bandung - Pemutakhiran Covid-19 di Indonesia pada Minggu   (12/9/2021) melaporkan penambahan sebanyak 3,779 kasus baru. Dengan demikian, jumlah total telah mencapai 4,167,511 kasus selama pandemi berlangsung.

Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kesehatan pada hari Minggu ini, kasus aktif dilaporkan berkurang sebanyak 5,810 orang, sehingga total kasus aktif Covid-19 nasional tercatat sebanyak 109.869 orang.

Jumlah pasien sembuh pada hari ini dilaporkan bertambah sebanyak 9,401 orang. Dengan demikian total pasien sembuh mencapai 3,918,753 orang, atau sebesar 94% dari jumlah total kasus.

Sementara jumlah warga yang meninggal terpapar virus mematikan ini pada Minggu dilaporkan bertambah sebanyak 188 orang, sehingga total angka kematian mencapai 138,889 orang, atau 3,3 persen dari jumlah total kasus.

Dilaporkan pula per hari ini jumlah pemeriksaan spesimen adalah sebanyak 198,052 spesimen. Dengan demikian total pemeriksaan mencapai 34,748,917 spesimen.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Tingkatkan Gangguan Kecemasan dan Depresi

Kasus Covid-19 di Tanah Air cenderung menurun dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan angka kasus harian ada di bawah 10.000. Meski terus membaik, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa virus corona tidak akan hilang dalam waktu. Sehingga dia meminta agar masyarakat bersiap hidup berdampingan dengan Covid-19.

"Penerapan protokol kesehatan secara ketat dan vaksinasi sejauh ini merupakan cara terbaik dalam melindungi diri dari penyebaran Covid-19. Covid-19 ini tidak akan hilang dalam waktu dekat. Masyarakat pun harus siap hidup berdampingan dengan virus tersebut," katanya dikutip dari akun Instagramnya @Jokowi, Minggu (12/9/2021).

Jokowi meminta tidak ada euforia berlebihan atas penurunan kasus Covid-19 saat ini. Menurutnya, saat ini adalah waktu yang tepat untuk mulai mempersiapkan proses transisi dari pandemi ke endemi.

"Ini perlu saya ingatkan karena kita harus mulai menyiapkan proses transisi dari pandemi ke endemi. Tidak boleh ada euforia yang berlebihan, karena Covid-19 masih ada dan selalu mengintip dan menunggu kelengahan kita. Protokol kesehatan harus terus dilakukan, terutama memakai masker," tegasnya.  ***