Covid-19 RI per 1 Oktober: 1.624 Kasus Baru, 2.811 Sembuh, 87 Meninggal

Covid-19 RI per 1 Oktober: 1.624 Kasus Baru, 2.811 Sembuh, 87 Meninggal
Ilustrasi (wjtoday/yoga enggar)

WJtoday, Bandung - Pemutakhiran Covid-19 di Indonesia pada Jumat (1/10/2021) melaporkan penambahan sebanyak 1.624 kasus baru. Dengan demikian, jumlah total kasus telah mencapai 4,216,728 selama pandemi berlangsung.

Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kesehatan, pada Jumat  ini jumlah kasus berkurang sebanyak 1,274 orang. Sehingga jumlah keseluruhan kasus aktif adalah tinggal 34,867 pasien, atau 0,8 persen dari keseluruhan kasus.

Sementara jumlah pasien sembuh pada hari ini dilaporkan sebanyak 2.811 orang, dan jumlah total pasien sembuh telah mencapai 4,039,835 orang, atau sebesar 95,8 persen dari total kasus.

Sedangkan pasien yang meninggal terpapar virus mematikan ini dilaporkan pada hari ini sebanyak 87 orang. Dengan demikian jumlah korban meninggal total tercatat 142,026 orang, atau sebesar 3,4 persen.

Dilaporkan pula jumlah spesimen yang diperiksa per hari ini sebanyak 251,368 spesimen, sehingga total pemeriksaan tercatat sebanyak 39,372,853 spesimen.

Baca juga: Satgas Ingatkan Kenaikan Kasus Covid-19 Terjadi Usai Kegiatan Besar

Menurunnya kasus Covid-19 selama 10 minggu berturut-turut harus disikapi dengan bijak dan berhati-hati. Tidak gegabah melakukan kegiatan sosial-ekonomi harus dikedepankan meskipun berada dalam masa pelonggaran. Hal ini agar Indonesia dapat terhindar dari potensi ancaman lonjakan ketiga. 

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menekankan pentingnya belajar dari pola kenaikan kasus selama pandemi di Indonesia. Terlebih lagi, dengan adanya wacana diizinkan kegiatan besar, ditambah lagi sudah dekatnya periode Natal dan Tahun Baru 2022. 

"Berdasarkan pengalaman, kenaikan kasus hampir selalu terjadi pasca kegiatan besar," Wiku memberi Keterangan Pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, yang dipantau pada Jumat (1/10).

Jika dilihat dari pola kenaikan kasus, kasus mulai turun setelah pembatasan diberlakukan. Baik itu mobilitas maupun kegiatan sosial. Begitu kasus turun dan pembatasan mulai dilonggarkan, kasus akan meningkat perlahan.   ***