Covid-19 di Beberapa Daerah Sempat Melonjak Karena Salah Input Data

Covid-19 di Beberapa Daerah Sempat Melonjak Karena Salah Input Data
Ilustrasi (antara)

WJtoday, Jambi - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengingatkan pemerintah daerah (pemda) untuk terus memperbaiki dan memperbarui input data Covid-19. Sebab, lonjakan kasus penularan coronavirus di beberapa daerah diakibatkan salah input data yang sudah lama.

"Mohon betul-betul dipelototi data, karena data yang kita temukan di beberapa daerah, data kasus positif atau data yang konfirmasi ternyata banyak yang diupload (diunggah) data-data yang sudah lama," kata Tito  dalam keterangan pers di Jambi, Jumat (3/9/2021).

Dia menerangkan, tentang adanya temuan di salah satu daerah yang memiliki angka kematian atau fatality rate akibat Covid-19 melonjak drastis. Namun. setelah ditelusuri itu merupakan akumulasi kematian dari minggu-minggu sebelumnya.

"Setelah kami lihat, pelototin, ternyata angka kematiannya akumulasi dari beberapa minggu sebelumnya, bukan yang riil minggu itu," tutur Tito.

Baca juga: Jokowi Sering Bingung, Data Covid-19 di Daerah dan Pusat Selalu Berbeda

Ia meminta, setiap pemda untuk melakukan rapat koordinasi mengenai sistem penginputan data Covid-19. Sebab, ini sangat menentukan arah kebijakan dan penentuan sikap pemerintah kedepannya. 

Jika proses inputnya keliru, tentu akan berakibat fatal. Misalnya, angka kematian dan kasus positif yang meningkat akibat penggabungan dengan data sebelumnya akan berisiko terhadap penerapan level kebijakan PPKM, serta zona wilayahnya.

"Kalau dimasukkan data yang lama, nanti pengambilan kebijakannya salah, jumlah kasus aktif dimasukin yang tiga sampai 4 minggu lalu itu membuat kasus aktif banyak, sehingga akhirnya mau ditarik ke isoter (isolasi terpusat) semua, padahal mungkin jumlahnya tidak segitu," tegasnya.  ***