Cacar Monyet Bisa Sebabkan Kematian pada Janin, Ini Penjelasan Pakar

Cacar Monyet Bisa Sebabkan Kematian pada Janin, Ini Penjelasan Pakar
ilustrasi Janin dalam Kandungan.(Twitter)

WJtoday, Jakarta - Wabah Cacar Monyet terbilang sangat baru di Indonesia. Namun virus ini cukup menakutkan. Virus cacar monyet sendiri ditemukan di Kongo, Afrika Selatan pada tahun 1970.

Munculnya virus ini ditandai dengan ruam pada kulit yang melepuh dan menjadi lenting. Sebenarnya gejalanya tak berbeda jauh dengan cacar biasa, namun biasanya penderita cacar monyet mengalami pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak.
 
Cacar monyet ini bisa ditularkan antar manusia melalui kontak langsung dengan lenting yang terdapat pada kulit. Penyakit ini juga bisa menular melalui air liur yang dikeluarkan saat batuk atau bersin.

Ketika adanya wabah virus yang cukup mengkhawatirkan, fokus sebagian orang adalah pada ibu hamil dan kondisi janin.

Konsultan Penyakit Tropik dan Infeksi RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, dr. Robert Sinto, SpPD-KPTI mengatakan ketika ibu hamil terinfeksi cacar monyet, akan mengalami transmisi transplacental yang bisa terjadi di fase veremi. Fase ini merupakan kondisi akibat adanya kadar virus tinggi dalam tubuh.

“Tapi baru dalam bentuk laporan kasus dapat menimbulkan kematian pada janin pada waktu terjadi cacar monyet,” jelas Dokter Sinto dalam acara Webinar Kesehatan: Indonesia Wasapa Wabah Monkeypox, pada Selasa (9/8/2022). 

Namun untuk saat ini Dokter Sinto belum bisa menjabarkan data secara spesifik karena data penelitiannya belum ada.

“Kalau datanya sendiri saya belum tahy karena data penelitiannya memang belum ada baru serial laporan, bahwa (cacar monyet) dapat mengakibatkan kejadian buruk pada kehamilan,” terangnya. 

Menurutnya, salah satu orang yang berpotensi paling cepat terinfeksi virus ini adalah ibu hamil. 

“Menurut WHO, wanita hamil memang berpotensi pasien populasi rentan yang bisa terjadi perburukan cacar monyet,” ucapnya.

Untuk itu, baik wanita hamil atau orang biasa harus melakukan berbagai pencegahan seperti rajin mencuci tangan, menghindari kontak langsung dengan orang yang terinfeksi cacar monyet, menghindari hewan yang dicurigai sakit, dan menggunakan alat pelindung diri saat merawat orang maupun hewan yang sedang sakit.***