Bupati Sumedang Minta Panjang Jalan Pengganti di Area Bendungan Sadawarna Ditambah

Bupati Sumedang Minta Panjang Jalan Pengganti di Area Bendungan Sadawarna Ditambah
Bendungan Sadawarna di Surian menenggelamkan ruas jalan kabupaten Cisumur-Surian-Nanggerang. Jalan kabupaten yang terendam mulai dari Desa Surianmedal-Tanjung berbatasan dengan Subang. (humas pemkab sumedang)

WJtoday, Sumedang - Bendungan Sadawarna di Surian menenggelamkan ruas jalan kabupaten Cisumur-Surian-Nanggerang. Jalan kabupaten yang terendam mulai dari Desa Surianmedal-Tanjung  berbatasan dengan Subang. 

Jalan yang bakal terendam ini diganti oleh Satker Bendungan Sadawarna.

Bupati Dony Ahmad Munir melihat langsung kondisi pembangunan jalan Lingkar Kanan atau Timur sepanjang 10 km dari Desa Tanjung sampai ke SMP Surian. 

“Saya melihat kondisi jalan baru yang baru dibeton sepanjang 2,6 km dan sisanya masih dilakukan pengerasan lahan,” ujar Dony dalam keterangan tertulis, Jumat (15/7/2022).

Kondisi jalan ini melingkar di pinggir pesisir Bendungan Jatigede dan berada di kawasan hutan Songgom. 

“Jalan yang dibangun proyek Bendungan Sadawarna sepanjang 10 km dari Desa Tanjung sampai ke SMP Surian. Kami meminta panjang jalan yang dibeton ditambah lagi sampai ke depan kantor Kecamatan Surian sepanjang 1,5 km,” ungkapnya.

Selain meminta  panjang jalan ditambah lagi 1,5 km sampai ke depan kantor Kecamatan Surian juga lebar jalan ditambah menjadi 5 meter dari sebelumnya yang hanya 3 meter. 

“Ini jalan kabupaten sehingga lebarnya lima meter. Saya menyampaikan ke satker dan akan meminta juga ke Kementerian PUPR,” kata Dony.

Dony pun menjelaskan untuk apa diajukan penambahan panjang dan lebar jalan.

“Sumedang memiliki komitmen kuat untuk mendukung projek strategis nasional  Bendungan Sadawarna. Bendungan yang sebagian besar wilayahnya masuk Surian ini memasok air untuk Subang dan Indramayu. Sumedang juga ingin menerima mamfaat dari keberadaan Sadawarna,” terangnya.

Jalan ini, kata bupati,  sangat bermamfaat bagi Sumedang sebagai aksebilitas sentra pertanian, ekonomi, tempat-tempat wisata maupun menuju bendungan.   ***