Buntut Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang, Kemenkumham Evaluasi Semua Lapas

Buntut Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang, Kemenkumham Evaluasi Semua Lapas
Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, Rabu (8/9/2021)./twitter

WJtoday, Tangerang - Kebakaran yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang diduga karena korsleting. Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Reynhard Silitonga menyebutkan lapas tersebut terdiri dari tujuh blok.

Sementara bagian lapas yang terbakar Blok C2, terdiri dari ruang aula dan sembilan kamar.

"Jadi di blok inilah terjadi diduga awal hubungan pendek arus listrik (korsleting)," ucap Reynhard kepada awak media, dikutip Sabtu (11/9/2021).

Evaluasi keamanan seluruh lapas

Dikutip dari CNN Indonesia pada Sabtu, buntut dari musibah kebakaran tersebut, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Kemenumham akan mengevaluasi keamanan di seluruh lapas.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen Pemasyarakatan Rika Apriyanti mengatakan pihaknya telah menginstruksikan kepada para kepala kantor wilayah untuk melakukan assamen lapas wilayahnya masing-masing.

"Sudah diarahkan ke kepala kantor wilayah untuk mengarahkan kepala UPT masyarakat khususnya lapas dan rutan agar mengasesmen sarana dan prasarana," ujarnya.

Rika menjelaskan, asesmen dilakukan untuk memperbaiki infrastruktur yang berpotensi menjadi gangguan keamanan.

Pihaknya juga akan menggandeng PLN dalam memperbaiki instalasi listri di setiap lapas.

Menurutnya, saat ini pihaknya telah memiliki standar operasional dan prosedur (SOP) terkait keamanan lapas. Namun, hal itu harus didukung dengan fasilitas yang memadai.

"SOP sudah ada, dan bagaimana SOP dibutuhkan sarana-sarana dukungan. Dan ini yang masih diproses yang kita lakukan," ujarnya.

Penjelasan insiden kebakaran lapas

Terkait sel narapidana yang terkunci saat kebakaran terjadi dini hari. Menurutnya, petugas telah berusaha untuk menyelamatkan tahanan.

Namun 13 petugas yang berjaga malam tidak cukup, ditambah harus mengamankan napi lain yang berhamburan.

"Tidak dikunci, kami sampaikan pada saat itu petugas kami sudah sangat usaha, sudah sangat usaha menyelamatkan warga binaan," kata dia.***