Bukan dari Kejaksaan ataupun Polri, Berikut Sosok Eks Pegawai KPK IGAS yang Curi Barbuk Emas 1,9 Kg

Bukan dari Kejaksaan ataupun Polri, Berikut Sosok Eks Pegawai KPK IGAS yang Curi Barbuk Emas 1,9 Kg
Dewan Pengawas KPK menggelar sidang putusan pelanggaran kode etik pegawai KPK di Gedung KPK C1, Jakarta, Kamis (8/4)

WJtoday, Jakarta - Kepala Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Selatan, Kombes Polisi Azis Andriansyah mengungkapkan eks pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berinisial IGAS yang diduga mencuri barang bukti (barbuk) emas batangan seberat 1,9 kilogram merupakan tenaga sipil, bukan dari unsur Polri atau Kejaksaan.

"Bukan polisi bukan kejaksaan, dia (pelaku) adalah sipil," kata Azis Andriansyah di Markas Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat.

Pihaknya saat ini sedang mendalami kasus dugaan pencurian barang bukti kasus korupsi berupa emas batangan seberat 1,9 kilogram. Saat ini, lanjut dia, pelaku dan barang bukti masih dalam penanganan KPK.

"Laporan tersebut kami tangani sesuai prosedur, namun tetap koordinasi dengan KPK," katanya.

Sebelumnya, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Polisi Jimmy Christian Samma di Jakarta, Kamis, 8 April menyebutkan laporan itu saat ini dalam proses penyelidikan.

"Masih lidik, sedang diselidiki," kata Jimmy Christian Samma ketika dikonfirmasi.

Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel menambahkan mengingat masih dalam penyelidikan, maka polisi belum menetapkan status kepada pelaku.

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan IGAS yang kini mantan pegawai KPK menjadi tersangka menyesuaikan dengan hasil penyelidikan.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pengawas (Dewas) KPK Tumpak H Panggabean mengatakan IGAS sudah dipecat secara tidak hormat setelah melakukan pencurian dan dibawa ke ranah pidana dan telah dilaporkan ke pihak Polres Jakarta Selatan.

Tumpak menjelaskan IGAS merupakan salah satu anggota satuan tugas yang memiliki kewenangan untuk menyimpan barang bukti salah satunya dari perkara mantan Pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo.

IGAS diduga mengambil emas batangan itu dan digadaikan untuk pembayaran utang pribadinya.***