Bos Plastik Ditemukan Tewas Penuh Luka Tusuk di Astanaanyar Bandung

Bos Plastik Ditemukan Tewas Penuh Luka Tusuk di Astanaanyar Bandung
Bos Plastik Ditemukan Tewas

WJtoday, Bandung - Penemuan Sulaeman (72) di dalam ruko dengan kondisi bersimbah darah dan mengalami sejumlah luka tusuk di tubuhnya menggegerkan warga Jalan H Kurdi, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Kamis (27/5/2021) petang. 

Berikut kronologi penemuan jasad Sulaeman berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan polisi.

Korban Sulaeman ditemukan oleh istrinya Lenny Sukmawijaya (53) pada Kamis 27 Mei 2021 pukul 17.00 WIB di dalam rumah toko (ruko), Jalan H Kurdi Nomor 75 RT 12/01, Kelurahan Karasak, Kecamatan Astanaanyar. 

Lenny terkejut saat mendapati suaminya sudah tak bernyawa dengan kondisi bersimbah darah. Saksi lalu melapor ke polisi. Polsek Astanaanyar yang menerima laporan lalu meluncur ke lokasi kejadian.

Tim Indonesia Automatic Finger Print Identification System (Inafis) Polrestabes Bandung pun meluncur ke lokasi kejadian untuk mengindetifikasi korban. Begitu juga dengan tim Satreskrim Polrestabes Bandung.

Di lokasi kejadian, petugas mendapati tubuh korban Sulaeman dalam posisi duduk menyender di rak besi. Di lantai terdapat ceceran darah. Di depan tubuh korban terdapat kardus dan kursi yang telah rusak.

Penyidik Satreskrim Polrestabes Bandung memeriksa saksi-saksi. Antara lain, Lenny Sukmawijaya (istri) yang pertama kali menemukan korban. Kemudian, Oki Gunawan, Ahmid, dan Ahmad Yani, karyawan toko plastik.

Keterangan saksi Oki, Ahmid, dan Ahmad Yani, mereka datang ke ruko lokasi kejadian sekitar pukul 07.00 WIB untuk mencuci mobil boks di luar ruko.

Saat itu, ruko dalam keadaan tertutup. Setelah selesai mencuci mobil, ketiga karyan berangka ke toko di Jalan Cibadak sekitar pukul 08.00 WIB. Namun di toko plastik Jalan Cibadak tidak bertemu korban.

Sedangkan menurut keterangan Lenny Sukmawijaya, terakhir bertemu korban Sulaeman masih tidur. Sekitar pukul 07.20 WIB, Lenny berangkat ke toko di Jalan Cibadak. Sekitar jam 09.30 WIB, saksi Lenny menghubungi suaminya itu tetapi korban tidak menjawab.

Sekitar pukul 17.00 WIB, saksi Lenny pulang ke ruko di Jalan H Kurdi. Ruko dalam keadaan terkunci dengan posisi gembok di luar. Setelah pintu dibuka menggunakan kunci cadangan, saksi Lenny menemukan korban sudah meninggal keadaan duduk dilantai dan bersimpah darah. 

Berdasarkan olah TKP, posisi pintu rolling door tertutup dan terkunci gembok.  Yang memegang kunci ruko di Jalan Kurdi, korban Sulaeman, Lenny (istri), dan Iwan sanjaya (anak).

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Adanan Mangopang mengatakan, korban Sulaeman diduga kuat tewas akibat dibunuh.

"Ada sembilan luka tusukan di tubuh korban. Sekarang korban (Sulaiman) dibawa ke RS Sartika Asih untuk dilakukan autopsi," terang Kasat Reskrim di lokasi kejadian.

Korban Sulaeman merupakan pria yang berasal dari Bagansiapi, Rokan Hilir, Riau. Dia menikah Lenny Sukamawijaya dan memiliki anak bernama Iwan Sanjaya Awaludin. Lenny dan Iwan dan dua pegawai toko, tengah diperiksa polisi sebagai saksi. 

Sebab hanya mereka yang memiliki kunci cadangan gembok tempat korban ditemuakan tewas. 

"Kami juga tak mendapati adanya barang yang hilang. Kami belum dapat simpulkan apa-apa, sekarang kita masih lakukan pemeriksaan saksi," ujar AKBP Adanan Mangopang.***(agn)