Bongkar Dugaan Praktik Pungli di SMA, Saber Pungli Jabar: Siswa Mutasi Diminta Rp10 Juta

Bongkar Dugaan Praktik Pungli di SMA, Saber Pungli Jabar: Siswa Mutasi Diminta Rp10 Juta
ilustrasi. (twitter)

WJtoday, Bandung - Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Jawa Barat membongkar dugaan praktik pungli di sebuah SMA negeri di Kota Bandung. Praktik curang ini diduga dilakukan secara bersama-sama oleh kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang humas sekolah itu terhadap orang tua siswa mutasi. 

"Dari hasil penelusuran, terbukti ada praktik pungli yang dilakukan pejabat di sekolah tersebut. Tadi tim melakukan pengamanan uang, barang bukti, Rp30 juta," kata Kepala Bidang Data dan Informasi (Kabid Datin) Saber Pungli Jabar Yudi Ahadiat kepada wartawan melalui sambungan telepon, Jumat (14/1/2022). 

Yudi Ahadiat menyatakan, tiga orang tua siswa mutasi atau pindah sekolah dari luar Kota Bandung ke SMA negeri itu. Sebagai salah satu syarat masuk ke sekolah tersebut, masing-masing orang tua diminta membayar uang Rp20 juta oleh Wakasek Bidang Humas SMA Negeri tersebut.

Terbongkarnya praktik dugaan pungli ini, ujar Yudi Ahadiat, berawal dari pengaduan orang tua murid ke Saber Pungli Jabar. Tim kemudian melakukan penyelidikan dari Kamis sampai tadi Jumat (13-14/1/2022).

"Kami langsung ke lokasi melakukan pemeriksaan terhadap yang diduga meminta uang adalah wakil kepala sekolah bidang humas saudari ER atas persetujuan atau diketahui oleh Kepala sekolah saudara H terhadap orang tua siswa mutasi," ujar Yudi. 

Kabid Datin Saber Pungli Jabar menuturkan, semula ER meminta uang Rp20 juta kepada setiap orang tua siswa mutasi. Namun orang tua siswa merasa keberatan dengan tarif sebesar itu.

Kemudian mereka melakukan tawar menawar.

"Ada negosiasi, menjadi Rp15 juta, kemudian ditawar lagi akhirnya sepakat Rp10 juta. Ternyata setelah tim melakukan pemeriksaan yang mutasi itu ada tiga orang," tutur Kabid Datin Saber Pungli Jabar.

Berdasarkan hasil hasil pemeriksaan sementara, kata Yudi, pihak sekolah beralasan jika uang tersebut untuk kebutuhan kantor. 

"Alasan apapun tidak ada dasar terkait persyaratan umum maupun khusus untuk dikenai biaya, tidak ada. Jika ada pungutan itu di SOP nya akan dikenakan sanksi yang berlaku," ucap Yudi Ahadiat. 

Saat ini, ujar dia, kedua terduga pelaku pungli, kepala sekolah dan wakasek bidang humas SMA negeri itu, statusnya masih sebagai terperiksa. Saber Pungli Jabar akan menggelar yustisi untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. 

"Nanti digelar yustisi, itu mekanisme kami (Saber Pungli Jabar). Apakan nanti (kasus) dilimpahkan ke aparat penegak hukum atau apakah nanti masuk ke tipikor (tindak pidana korupsi) atau krimum (kriminal umum) atau dilimpahkan ke Inspektorat untuk diberikan sanski sesuai PP 53 tahun 2010 jo PP 94 2021 tentang disiplin ASN," ujarnya.***