Belum Cukup Bukti, Polisi Periksa Ibu Pelapor Kasus Pemerkosaan 3 Anak Luwu Timur

Belum Cukup Bukti, Polisi Periksa Ibu Pelapor Kasus Pemerkosaan 3 Anak Luwu Timur
ilustrasi./twitter

WJtoday, Jakarta - Seorang ibu berinisial RS di Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), melaporkan kasus mengenai 3 anaknya yang diduga diperkosa oleh ayah kandungnya. Polisi meminta keterangan RS.

"Sudah ada komunikasi antara penyidik dengan ibu korban. (Pemeriksaan untuk) mengambil keterangan," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan saat ditemui di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (3/11/2021).

Ramadhan mengatakan polisi belum menemukan bukti yang cukup di kasus ini. Jadi, kasus dugaan pencabulan ini tidak kunjung naik ke penyidikan.

"Karena belum ada bukti permulaan yang cukup untuk ditingkatkan ke penyidikan. Jadi masih tahap penyelidikan," tuturnya.

"Iya (yang LP tipe A). Jadi masih dilakukan meminta keterangan dari ibu korban, dari anak-anak yang dianggap korban, keterangan dokter pemeriksa, dan ahli-ahli. Masih berproses," sambung Ramadhan.

Lebih lanjut, Ramadhan menyampaikan kasus ini ditangani oleh Polres Luwu Timur bersama Ditreskimum Polda Sulawesi Selatan. Ramadhan memastikan proses kasus 'ayah perkosa 3 anak' akan berlangsung transparan.

"Proses tetap berjalan dan kami akan transparan untuk menyampaikan hasil penyelidikan atau penyidikan," imbuhnya.

Sebelumnya, seorang ibu yang melaporkan kasus 3 anaknya diduga diperkosa oleh ayah kandungnya, wanita berinisial RS, belum memenuhi panggilan polisi setelah kasus itu kembali dibuka. RS bahkan susah ditemui penyidik kepolisian.

"Ibu korban pada saat Selasa (12/10) janji mau datang, kan dia tidak datang. Kemudian sejak saat itu susah ditemui," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan, Selasa (19/10).

Zulpan mengatakan penyelidikan penyidik kini terhambat karena RS susah ditemui. Dia menyebut keterangan ibu korban sangat diperlukan penyidik.

"Oleh sebab itu, penyidik berusaha menemui ibu itu tidak datang. Bahkan datang ke kantornya itu dikatakan dia ambil cuti," kata Zulpan.

Dia menambahkan penyidik Polres Luwu Timur telah memeriksa keterangan dokter IM yang sebelumnya memeriksa dan menyebut korban mengalami peradangan pada dubur.

"Setelah Polres Luwu Timur membuat laporan polisi model A, kita sudah melakukan pemeriksaan dokter Imelda dengan perawat-perawatnya," katanya.

"Nah ini membutuhkan pendalaman lagi terkait yang dikatakan peradangan pada dubur anaknya. Menurut dokter Imelda begitu rekomendasinya, butuh pendalaman ahli lagi yaitu ke spesialis kandungan. Oleh sebab itu penyidik berusaha menemui ibu itu," beber Zulpan.

Selain itu, kata dia, penyidik belum mengetahui keberadaan tiga anak yang sebelumnya diduga jadi korban kekerasan seksual oleh ayahnya.

"(Keberadaan) ketiga anaknya pun tidak tahu penyidik," pungkas Zulpan.***