Bawang Putih Tidak Menyembuhkan Hanya Mengurangi Gejala COVID-19

Bawang Putih Tidak  Menyembuhkan Hanya Mengurangi Gejala COVID-19

WJtoday, Jakarta - Informasi tentang pengobatan alternatif COVID-19 terus berseliweran di sosial media dan aplikasi berbagi pesan WhatsApp.

Salah satunya, pesan berantai berupa cerita seseorang yang mengaku sembuh dari COVID-19 setelah mengonsumsi bawang putih. 

Bawang putih diklaim langsung memulihkan kondisi badan saat sakit terinfeksi COVID-19. Khasiatnya disebut-sebut lebih cepat dibanding obat serta vitamin.

Benarkah mengonsumsi bawang putih dapat langsung mengobati COVID-19?

Secara tegas, World Health Organization (WHO) dalam situsnya membantah jika bawang putih memiliki khasiat dalam pengobatan COVID-19. Tidak ada bukti kuat konsumsi bawang putih mampu melindungi seseorang dari COVID-19. 

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Achmad Yurianto juga pernah menyatakan hal yang sama terkait bawang putih.

Disebutkan, air rebusan bawang putih tidak dapat menyembuhkan dari virus corona. Belum ada penelitian ilmiah yang dapat membuktikan bahwa meminum air rebusan bawang putih dapat menyembuhkan dari virus corona. 

Hanya saja WHO dalam penjelasannya menjelaskan bahwa bawang putih mungkin memiliki beberapa sifat antimikroba. 

Dilansir dari situs healthline, Jumat (16/7), bawang putih memiliki sifat antibakteri alami, yakni Allicin yang merupakan senyawa organosulfur. Senyawa itu dikenal akan kemampuannya melawan infeksi, termasuk radang tenggorokan.

Allicin keluar ketika bawang putih segar dihancurkan atau dicincang. Bawang putih juga telah lama disebut dapat membantu mencegah atau mengurangi sakit pilek dan flu. 

Bahkan beberapa penelitian menunjukkan Allicin dapat membantu mengurangi peradangan, meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh.

Allicin juga dapat membantu mengendurkan otot polos di pembuluh darah sehingga dapat membantu menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol untuk mendukung kesehatan jantung. 

Akan tetapi, konsumsi bawang putih secara berlebihan juga dapat memberikan efek negatif. Diantaranya, masalah pencernaan seperti mulas. Selain itu, meski termasuk dalam kasus yang jarang terjadi, konsumsi bawang putih berlebih dapat meningkatkan risiko pendarahan ketika menjalani operasi. 

Direktur Pasca Sarjana Univ YARSI/Guru Besar FKUI, Tjandra Yoga Aditama, mengatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memang telah mengumumkan daftar obat yang bisa menangani gejala atau keluhan akibat COVID-19.

Di Indonesia, lima organisasi profesi dokter di Indonesia telah mengeluarkan panduan tentang obat apa yang dipakai atau dianjurkan dalam penanganan COVID-19 di Indonesia. 

"Tidak ada bawang putih atau bawang merah di dalamnya," kata Profesor Tjandra. 

Namun, untuk mengurangi gejala, bisa saja memanfaatkan obat tradisional. Hanya saja, Tjandra mengingatkan  penyakit dasarnya yaitu COVID-19 harus tetap diwaspadai dan ditangani secara maksimal. 

"Hati-hati, itu penyakit yang berbahaya. Gejala itu ada karena satu penyakit. Jadi kalau penyakitnya tidak terkendali, mungkin yang terjadi justru gejala tidak terlihat tapi penyakitnya semakin menyebar, makin membesar," katanya.

"Jadi kalau disebut menyembuhkan COVID-19 tidak benar, mengurangi gejala mungkin saja. Tapi ingat penyakit dasarnya harus tetap diwaspadai dan ditangani secara maksimal juga," pungkasnya.***