Banjir di Kalimantan Disebabkan Daerah Tangkapan Hujan Rusak

Banjir di Kalimantan Disebabkan Daerah Tangkapan Hujan Rusak
Potret banjir yang belum surut di wilayah Kabupaten Sintang, Kalbar, Senin 15/11/2021. (kompas.com)

WJtoday, Serang - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, banjir di Kalimantan disebabkan daerah tangkapan hujan di sana rusak sehingga harus diperbaiki.

"Ya itu karena kerusakan wilayah tangkapan, daerah tangkapan hujan yang sudah berpuluh-puluh tahun, ya itu yang harus kita hentikan," kata Jokowi  seusai meresmikan Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 1 di Banten, Selasa (16/11/2021).

Jokowi mengatakan, air Sungai Kapuas di Kalimantan Barat meluap karena daerah tangkapan hujan rusak dan pemerintah akan fokus memperbaiki daerah tangkapan hujan itu. 

"Karena memang masalah utama ada di situ," jelasnya singkat.

Ia mengatakan pemerintah mulai tahun depan akan membangun daerah tangkapan hujan yang rusak. 

"Akan ada persemaian, kemudian ada penghijauan kembali di daerah-daerah hulu, di daerah-daerah tangkapan hujan, di area tangkapan, kita perbaiki," kata Jokowi.

Baca juga: Kerusakan Lahan Gambut Berkorelasi dengan Potensi Bencana Banjir

Adapun selain daerah tangkapan hujan yang rusak, dia mengatakan salah satu penyebab banjir adalah adanya curah hujan yang lebih ekstrem dari biasanya di Pulau Kalimantan.

Seperti diketahui, sejak lebih dari tiga pekan lalu terjadi banjir bandang di Kabupaten Sintang, yang dilintasi daerah aliran sungai Sungai Kapuas, sungai paling besar di Indonesia. 

Bencana banjir yang hingga kini masih melanda Kabupaten Sintang itu telah berdampak di 12 kecamatan. Sebanyak 140.468 jiwa terdampak banjir tersebut dan 2 warga dilaporkan meninggal dunia.

BPBD Kabupaten Sintang mencatat ada kurang lebih 35.117 unit rumah yang terendam banjir hingga 300 sentimeter, 5 unit jembatan rusak berat, dan beberapa sarana prasarana lainnya juga terdampak.

Diperkirakan sekitar 969.000 Hektare daerah aliran sungai di Kalimantan Barat rusak lahan dan kritis, dan yang paling besar adalah DAS Sungai Kapuas.  ***