Banding Kasus RS UMMI Ditolak, Pendukung Rizieq Bikin Kericuhan

Banding Kasus RS UMMI Ditolak, Pendukung Rizieq Bikin Kericuhan
Ilustrasi penangkapan pedemo usai sidang banding Rizieq Shihab, Senin, 30/8/2021. (tangkapan layar youtube)

WJtoday, Jakarta - Arus lalu lintas di Jalan Cempaka Putih arah Pramuka sempat lumpuh total karena kericuhan yang terjadi di sekitar lokasi tersebut usai pembacaan vonis banding Rizieq Shihab dalam kasus hasil Swab RS Ummi Bogor, Senin (30/8/2021). Polisi menangkap sejumlah orang dalam kericuhan itu.

Kericuhan terjadi sekitar pukul 11.30 WIB, usai hakim membacakan vonis menolak banding yang diajukan Rizieq Shihab. Akibatnya, Rizieq tetap menjalani hukuman penjara selama 4 tahun.

Di luar gedung pengadilan, massa terlibat bentrok dengan aparat. Kericuhan ini terjadi di perempatan Coca Cola, Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat. Belum diketahui afiliasi massa yang terlibat bentrok tersebut.

Polisi yang mencoba menghalau massa kemudian melepaskan sejumlah tembakan gas air mata. Polisi juga mengejar massa dan menangkap beberapa orang. Saat ini arus lalu lintas di lokasi mulai terurai.

Sebelumnya, polisi telah mengalihkan arus lalu lintas di depan Pengadilan Tinggi DKI, Jakarta. Jalan sudah ditutup sejak pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Polisi mengalihkan arus kendaraan roda dua dan empat di jalur lambat ke jalur cepat

Sejumlah kendaraan taktis kepolisian terparkir di sepanjang jalur lambat. Terlihat, ada mobil water cannon, pengurai massa (raimas) hingga barracuda hingga motor thrill yang disiagakan oleh aparat kepolisian.

Kemudian di sepanjang trotoar jalur tersebut juga terlihat sejumlah aparat kepolisian yang bersiaga. Hingga pukul 10.56, jalur lambat masih ditutup. Hanya saja tak terjadi kemacetan lalu lintas pada jalur cepat. Polisi juga memasang kawat berduri di antara jalur lambat dan jalur cepat.

Sebelumnya, Hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur terhadap eks petinggi FPI,  Rizieq Shihab dalam kasus tes swab RS Ummi Bogor. PT DKI tetap memvonis Rizieq empat tahun penjara di tingkat banding.

"Putusannya adalah menguatkan, menerima permohonan banding dari para terdakwa dan penuntut umum. Yang kedua adalah menguatkan putusan pengadilan negeri Jaktim yang telah diputuskan lalu dan dimohonkan banding," kata humas PT DKI Jakarta, Binsar Pamopo Pakpahan kepada wartawan, Senin (30/8).

Dia menerangkan, putusan tersebut telah dibacakan dalam sidang yang terbuka untuk umum pada Senin (30/8) pagi. Nantinya berkas putusan tersebut akan dikirimkan ke PN Jaktim.  ***