Apresiasi Segala Bentuk Kritik, Pemerintah Segera Jawab 12 Tuntutan BEM SI

Apresiasi Segala Bentuk Kritik, Pemerintah Segera Jawab 12 Tuntutan BEM SI

WJtoday, Jakarta - Juru Bicara Presiden Joko Widodo, RI Fadjroel Rachman menyampaikan pemerintah akan segera menjawab 12 tuntutan yang disampaikan oleh BEM SI.

Fadjroel mengatakan, saat ini Kantor Staf Presiden (KSP) dan Istana sedang mengolah jawaban dari tuntutan tersebut.

"Kami mendengar apa yang disampaikan oleh mahasiswa sudah diterima oleh Pak Moeldoko dari KSP. Dan saya dengar memang sekarang sedang diolah jawaban-jawabannya terhadap tuntutan mahasiswa tersebut," katanya di Istana Negara, Jumat (22/10/2021).

Dia menyebut, pemerintah mengapresiasi segala bentuk kritikan dan berterima kasih atas tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa pada aksi demonstrasi belum lama ini.

Sekadar catatan, massa aksi dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi demonstrasi bertajuk '7 Tahun Jokowi Mengkhianati Rakyat' pada Kamis (21/10/2021).

Dalam aksi tersebut, para mahasiswa menyampaikan 12 tuntutan kepada pemerintah yang diterima langsung oleh Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

Mereka kemudian mengultimatum Jokowi segera merespons tuntutan tersebut dalam waktu 3x24 jam.

Fadjroel menyebut, selama ini pemerintah mendengar seluruh masukan maupun kritik dari mahasiswa maupun masyarakat umum. Kritik itu, ujarnya, sebagai salah satu unsur wajib pemerintah dalam membuat sebuah kebijakan.

"Pemerintah dalam buat kebijakannya itu harus dan wajib dikritik. Supaya betul-betul keputusannya berjalan sesuai yang diharapkan masyarakat," katanya.

Terkait aksi demonstrasi kemarin, Fadjroel mengaku pemerintah menyambut baik. Menurutnya, aksi demonstrasi itu membuktikan bahwa demokrasi di Indonesia tetap berjalan sebagaimana mestinya.

"Jadi kami ingin katakan bahwa adanya demonstrasi dari semua pihak, kritik, kami ingin katakan bahwa demokrasi di Indonesia tetap berjalan dan sedang baik-baik saja. Karena kalau tidak ada kritik, demokrasi tidak berjalan di republik ini," tambah Fadjroel.

Baca Juga : Aksi Unjukrasa 7 Tahun Kepemimpinan Jokowi, Moeldoko Temui Perwakilan Mahasiswa

Sebelumnya, Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) menyerahkan dokumen kajian 7 tahun pemerintahan Jokowi-Ma'ruf kepada Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Penyerahan dokumen berisi 12 tuntutan tersebut dilakukan setelah Moeldoko menemui mahasiswa pendemo di Bundaran Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat Jakarta Pusat, Kamis (21/10).

"Kajian kawan-kawan mahasiswa akan kami sampaikan kepada bapak Presiden sebagai evaluasi dan monitoring kebijakan pemerintah ke depan," ujar Moeldoko di hadapan ratusan mahasiswa, dikutip dari siaran pers KSP.

Setidaknya ada 12 poin yang menjadi tuntutan mahasiswa dalam aksinya kali ini. Di antaranya, menuntut dan mendesak pemerintah untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang untuk membatalkan UU tentang Cipta Kerja, memperbaiki dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih relatif rendah, dan mengembangkan SDA dan SDM yang ada di dalam negeri, tanpa menjadikan utang luar negeri sebagai salah satu sumber pembangunan negara.

Selain itu, mahasiswa juga mendesak agar Jokowi memenuhi janjinya terkait pemberantasan korupsi serta mendesak pemerintah memberikan afirmasi PPPK guru berusia di atas 35 tahun dan masa mengabdi lebih dari 10 tahun untuk diprioritaskan kelulusannya, serta mengangkat langsung guru honorer yang berusia di atas 50 tahun.***

Baca Juga : Aksi 7 Tahun Kepemimpinan Jokowi, Massa BEM SI Bertahan Demo Jokowi di Bawah Guyuran Hujan