Apa Kata Dokter Jika Waktu Makan di Tempat Hanya 20 Menit?

Apa Kata Dokter Jika Waktu Makan di Tempat Hanya 20 Menit?
Ilustrasi (instagram)

WJtoday, Bandung -  Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memahami, jika aturan makan di tempat makan berskala kecil seperti warung tegal (warteg) maksimal 20 menit dianggap lelucon bagi masyarakat. Namun, dia menekankan aturan serupa juga sudah diterapkan sebelumnya di negara lain.

Aturan makan di warung-warung UMKM tersebut tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 24 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 dan Level 3 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali.

Waktu makan 20 menit ini menuai perdebatan di media sosial dan sempat menjadi lelucon karena dianggap terlalu singkat. Berapa lamakah sebenarnya waktu ideal untuk makan? Bagaimana dokter memandang hal ini?

Ahli kesehatan masyarakat, dokter Tan Shot Yen mengatakan ukuran lama waktu yang dihabiskan untuk makan tidak bisa digeneralisir pada setiap orang. Lama waktu yang diperlukan untuk makan bergantung pada jenis makanan, kepadatan makanan, ukuran makanan (porsi), serta kondisi fisik seseorang.

"Berapa lama waktu makan tergantung jenis makanan apa yang dimakan, berapa porsi," kata Tan Shot Yen seperti dikutip CNNIndonesia.com, Senin (26/7/2021).

Tan menjelaskan waktu mengunyah setiap orang juga berbeda-beda. Setiap makanan memiliki tekstur beragam dan masing-masing tidak bisa dipatok untuk dikunyah sebanyak 32 kali, seperti yang kerap dianjurkan.

"Makan harus mengunyah 32 kali itu enggak selamanya benar karena kan tergantung pada apa yang dimakan. Makan pisang nggak perlu mengunyah 32 kali, begitu juga makan pisang nggak bisa disamakan dengan makan kacang," tutur Tan.

Baca juga: Terdengar Lucu Aturan Makan Ditempat 20 Menit, Mendagri: di Luar Negeri Sudah Berlaku Lama

Makanan yang padat seperti kacang-kacangan dan daging, akan membutuhkan waktu lebih lama untuk dikunyah, sehingga lebih lama masuk ke lambung.

Selain itu, sistem pencernaan juga butuh waktu untuk mengantarkan sinyal kenyang ke otak setelah saat mencerna makanan. Alhasil, menurut Tan, waktu makan mungkin akan lebih lama dari 20 menit

Namun, waktu 20 menit itu, menurut Tan, juga berperan penting dalam memberikan rasa kenyang pada tubuh. Studi menunjukkan 20 menit merupakan waktu yang dibutuhkan tubuh merasa kenyang. Singkatnya, tubuh akan merasa kenyang setelah 20 menit dari suapan pertama.

Tan menjelaskan dalam waktu 20 menit setelah suapan pertama, tubuh akan mengeluarkan hormon dan enzim yang memberi sinyal kenyang.

Tan menyarankan agar agar setiap orang dapat makan dengan tenang agar proses pencernaan bekerja dengan baik. Makan terburu-buru juga berbahaya bagi tubuh karena dapat meningkatkan risiko tersedak. Makan terburu-buru juga membuat sistem pencernaan bekerja ekstra.

Jika merasa waktu 20 menit tak cukup untuk makan di tempat, sebaiknya makanan di bungkus dan di makan di rumah.  *** (pam)