Anies Tegaskan DKI tak Pernah Tutupi Data Warga Meninggal saat Isoman

Anies Tegaskan DKI tak Pernah Tutupi Data Warga Meninggal saat Isoman
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (cnnindonesia)

WJtoday, Jakarta - Sebanyak 1.214 warga yang terpapar Covid-19 di Jakarta meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri di rumah. Jumlah itu berdasarkan data yang dihimpun koalisi warga LaporCovid-19 hingga 22 Juli 2021. DKI Jakarta menjadi provinsi yang warganya paling banyak dilaporkan meninggal dunia di luar rumah sakit atau fasilitas kesehatan.

Berkaitan hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengutarakan,  sejatinya Pemprov DKI tidak pernah menutupi data pasien isolasi mandiri, baik yang terselamatkan maupun meninggal dunia.

"Kemudian tentang isolasi mandiri, nomor satu saya rasa perlu digarisbawahi kami di Jakarta tidak pernah menutupi data, tidak pernah mengurangi, tidak pernah menambahi, bila ada yang meninggal kita laporkan, bisa selamat kita laporkan, tidak pernah ditutup-tutupi," kata kata Anies di acara Vaksinasi Kadin Indonesia Bersama TNI Polri yang disiarkan langsung di kanal YouTube Kadin Indonesia, Minggu (25/7/2021).

Dia mengklaim DKI Jakarta merupakan satu-satunya provinsi yang memiliki data status isolasi mandiri. Anies telah meminta jajaran dari lingkup kelurahan mendata warga positif Corona yang tengah menjalani isolasi mandiri.

Anies mencontohkan, bila ada kasus virus Corona menyentuh angka 100%, maka dibutuhkan 4-5% ICU untuk bergejala berat. Lalu, jika kasus mencapai 100 ribu, ada 4-5.000 orang yang membutuhkan perawatan ICU.

"Kira-kira rumus sederhananya begini, kalau ada 100% kasus COVID, sekitar 4 sampai 5% itu butuh ICU itu berat. Nah, kalau Anda ada 100 ribu kasus, kita pernah 100 ribu, berarti kira-kira 4 sampai 5.000 orang itu perlu ICU," jelasnya.

Dia mengutarakan angka itu tidak sebanding dengan ketersediaan tempat tidur ICU yang hanya berkisar 1.500. Dari situlah terlihat kesenjangan yang membuat pasien isolasi mandiri gejala sedang tidak mendapat perawatan di rumah sakit.

"Sementara ICU kita adanya1.500, dari situ sudah terlihat bahwa ada gap. Jadi ini berbeda dengan isolasi mandiri yang gejala ringan, sedang, ini adalah mereka-mereka yang seharusnya bisa, seharusnya masuk dapat perawatan tapi tempat kita, kemarin tidak cukup," tandasnya.

Untuk diketahui, sebanyak 1.214 warga yang terpapar Covid-19 di Jakarta meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri di rumah, rincian data korban per kota administrasi adalah Jakarta Timur 403 orang, Jakarta Selatan 289 orang, Jakarta Utara 204 orang, Jakarta Pusat 162 orang, dan Jakarta Barat 156 orang.

Data tersebut dihimpun oleh LaporCovid-19 dari berbagai sumber dengan metode crowdsourcing, mulai dari laporan warga ke kanal aduan mereka, pemberitaan media massa, dan laporan dari sumber-sumber lain yang terverifikasi. 

Selain data yang dihimpun sendiri, LaporCovid-19 juga mengaku telah mendapat data resmi dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta terkait jumlah pasien Covid-19 yang meninggal saat menjalani isolasi mandiri. 

Sementara itu, berdasarkan data dari Dinkes DKI, ada 1.161 orang meninggal dunia di luar rumah sakit atau fasilitas kesehatan. Jumlah itu lebih kecil dari yang dihimpun Lapor Covid-19.  *** (pam)