Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 Merangkak Naik Sepekan Terakhir

Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 Merangkak Naik Sepekan Terakhir
Ilustrasi (pam)

WJtoday, Bandung -  Pemutakhiran penyebaran Covid-19 di Indonesia hari Senin (26/7/2021) mencatat penambahan kasus baru sebanyak 28.228 orang. Dengan demikian jumlah total kasus nasional telah mencapai 3.194.733 selama pandemi berlangsung.

Dari data yang dihimpun dari Satgas Penanganan Covid-19 Nasional, dari jumlah kasus positif itu, sebanyak 2.549.692 di antaranya telah sembuh. Pasien yang sembuh dari infeksi Covid-19 bertambah 40.374 orang.

Angka penambahan kesembuhan sebanyak 40.374 orang tersebut menjadi yang tertinggi selama pandemi Covid-19 di Indonesia. Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, pasien sembuh mulai merangkak naik sejak sepekan terakhir. Beberapa kali bahkan memecahkan rekor kesembuhan.

Rekor sembuh antara lain terjadi pada 22 Juli dengan tambahan 36.370 orang, 23 Juli sebanyak 38.988 orang, serta 24 Juli sebanyak 39.767 orang.

Jumlah kumulatif kesembuhan setiap pekan terus bertambah sepanjang pelaksanaan PPKM Darurat dan Level 4 atau sejak 3 sampai 25 Juli.

Pada pekan pertama Juli, jumlah kumulatif kasus sembuh Covid-19 di Indonesia sebanyak 92.975 kasus. Kemudian pada pekan kedua atau 8-14 Juli melonjak nyaris dua kali lipat menjadi 183.975 kasus sembuh.

Baca juga: Menkes Ungkap Tiga Obat Covid-19 Sangat Bergantung kepada Impor

Selanjutnya pada pekan ketiga, kumulatif kasus sembuh dalam sepekan mencapai 199.910 kasus. Sementara dalam kurun waktu lima hari atau pada periode 22-26 Juli jumlah kasus sembuh mencapai 193.139 kasus.

Lonjakan kasus sembuh itu juga berdampak pada kasus aktif atau kasus warga yang tengah menjalani perawatan di fasilitas kesehatan maupun isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Pada pekan pertama Juli, jumlah kasus aktif dalam mencapai 89.275 orang. Kemudian pada pekan kedua turun menjadi 84.018 orang, dan pada pekan ketiga Juli turun lagi menjadi 69.495 orang.

Penurunan kasus aktif ini merupakan perkembangan baik dalam penanganan Covid-19. Semakin tinggi kasus aktif, akan berdampak terhadap tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) sejumlah rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Indonesia.  *** (pam)