Angka Kepatuhan Jabar Pakai Masker dan Jaga Jarak di Bawah 20 Persen

Angka Kepatuhan Jabar Pakai Masker dan Jaga Jarak di Bawah 20 Persen
Satgas Penanganan Covid-19 mendorong pemerintah daerah di 5 provinsi penyumbang kasus konfirmasi Covid-19 terbanyak nasional untuk membangun kembali atmosfer kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan. (ilustrasi: cnnindonesia.com)

WJtoday, Jakarta - Satgas Penanganan Covid-19 mendorong pemerintah daerah di 5 provinsi penyumbang kasus konfirmasi Covid-19 terbanyak nasional untuk membangun kembali atmosfer kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

"Berdasarkan survei lapangan, kepatuhan masyarakat memakai masker cenderung lebih rendah dari jaga jarak," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito saat menyampaikan keterangan pers Perkembangan Penanganan Covid-19 yang disiarkan YouTube BNPB di Jakarta, dipantau pada Jumat (5/8/2022).

Pada pekan ini, 5 provinsi tertinggi penyumbang kasus nasional, yakni DKI Jakarta sebanyak 19.000 kasus, Jawa Barat 7.000 kasus, Banten 4.000 kasus, Jawa Timur 2.000 kasus, dan Kalimantan Selatan 610 kasus.

"5 provinsi yang memiliki kasus tertinggi memiliki tingkat kepatuhan protokol kesehatan yang perlu dievaluasi kembali," jelasnya.

Misalnya, kata Wiku, Provinsi Jawa Barat yang memiliki angka kepatuhan memakai masker dan jaga jarak di bawah 20 persen.

"Saya harap masyarakat dan aparat setempat yang menjadi pengawas prokes sama-sama kembali membangun dan mengkonsistenkan atmosfer kepatuhan dan ketaatan dan tidak menyepelekan pandemi," imbau Wiku.

Beberapa penelitian, kata Wiku, melaporkan jika kasus Covid-19 tidak terus ditekan, maka beban kesehatan masyarakat ke depan akan semakin berat.  ***