Alasan Covid-19 Sulit Dihilangkan, Ini penjelasannya

Alasan Covid-19 Sulit Dihilangkan, Ini penjelasannya

WJtoday, Bandung - Direktur kedaruratan WHO, dr Mike Ryan, memperingatkan bahwa virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 tak akan hilang, meski sudah ada vaksin.

Vaksin sendiri berfungsi untuk mencegah penularan virus corona SARS-CoV-2 agar tidak menginfeksi tubuh. Bukan untuk menghilangkan virus tersebut.

Berkaitan dengan hal ini, Indra Rudiansyah, kandidat doktor riset vaksin di Jenner Institute, Oxford University menjelaskan lebih lanjut kenapa virus corona tak akan hilang dari muka Bumi.

Indra menjelaskan, SARS-CoV-2 awalnya memang ditularkan dari hewan ke manusia.

Setelah virus ini bermutasi, virus penyebab Covid-19 ini dapat ditularkan dari manusia ke manusia.

Dalam acara Webinar Zoom bertajuk 'Big Questions Forum 9, Menghadapi Covid-19: Kebijakan, Sains, Solidaritas Nasional dan Global' yang diselenggarakan Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) Jumat (15/5/2020), Indra menjelaskan apa yang sudah dipelajari dan diketahui para ilmuwan tentang virus ini.

Virus corona (SARS-CoV-2) saat ini menular dari manusia ke manusia dan dari manusia juga bisa menularkan ke hewan, contohnya kucing dan harimau. Namun, tidak ada bukti dia (virus SARS-CoV-2) bisa menularkan virus dari hewan yang terinfeksi balik ke manusia, itu tidak bisa," ucap Indra dikutip dari kompas minggu (3/10/21).

Indra menjelaskan apa yang sudah dipelajari dan diketahui para ilmuwan tentang virus ini.

Jika virus corona hanya menular di antara manusia - dari manusia ke manusia - maka adanya vaksin sangat mungkin menghilangkan virus dari muka bumi.

Dikatakan Indra, jika suatu penyakit bersifat zoonosis - menular dari hewan ke manusia, atau penyakit tersebut bisa menginfeksi dari manusia ke hewan, virus tersebut akan sangat sulit diberantas.

"Jadi kalau penyakitnya zoonosis atau bisa menularkan dari manusia ke hewan, seperti malaria dan DBD, itu akan sangat sulit dieradikasi," ungkap Indra.

"Karena melibatkan dua organisme berbeda dan penyakit itu sulit dikontrol. Namun bisa dicegah," tutupnya.

Senada dengan Indra  Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman mengatakan, Covid-19 sulit untuk dihilangkan. Alasannya, karena bukan hanya manusia saja yang menjadi inang bagi virus penyebab Covid-19.

"Kalau dihilangkan, dieradikasi itu sulit. Karena inangnya tidak cuma manusia ada juga di hewan. Syarat penyakit menular untuk bisa dieradikasi harus ada manusia saja inangnya. Covid ini tidak," kata dia,dikutip dari Merdeka.com Sabtu (2/10/21).

Fakta inilah yang membuat Covid-19 sulit untuk dihilangkan. Menurut dia kemungkinan terbesar Covid-19 akan menjadi endemik.

"Eradikasi (Covid-19) menjadi sangat mustahil. Sehingga pilihannya adalah endemik. Karena mutasi juga terus, potensi terjadi mutasi varian baru ada. Walaupun nanti seiring waktu akan semakin lemah. Karena semakin banyak manusia yang memiliki kekebalan dan virus sendiri mengarah ke kondisi yang lebih stabil," urai dia.

Terkait Covid-19 menjadi endemik, dia menyampaikan sejumlah catatan. Salah satunya terkait waktu. Menurut dia, perlu waktu cukup panjang bagi pandemi Covid-19 berubah menjadi endemik.

"Mungkin lebih dari dari 1 dekade. Artinya ketika dia (virus penyebab Covid-19 stabil, tidak banyak mutasi lagi," ungkap dia.

Catatan berikut, perubahan status pandemi menjadi endemik bukanlah kondisi atau pilihan yang akan dialami semua negara. "Sama seperti demam berdarah, HIV. Di banyak negara menjadi endemik tapi banyak negara juga tidak. jadi tidaklah serta merta itu akan dialami semua negara," tukasnya.

"Negara yang sukses adalah yang berhasil terbebas dari status endemik itu sendiri. Dalam arti pandeminya sangat terkendali," tandasnya. ***