Agar tak Ditutup, Pedagang Pasar di Bandung Diminta Disiplin Prokes

Agar tak Ditutup, Pedagang Pasar di Bandung Diminta Disiplin Prokes
Ilustrasi (beritasatu.com)

WJtoday, Bandung - Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna meminta para pedagang, pembeli, serta pengelola di pasar tradisional saling mengingatkan protokol kesehatan.

Karena pasar tradisional termasuk salah satu sektor ekonomi yang dikecualikan atau boleh beroperasi pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Demikian diungkapkan Ema saat meninjau Pasar Sederhana, Jalan Jurang Sukajadi, Kota Bandung, Rabu (21/7/2021).

Dia mengatakan, Kota Bandung saat ini masih masuk zona merah atau risiko tinggi kasus penularan Covid-19. 

"Dari awal, pasar tradisional dikecualikan, tapi jangan dijadikan privilege atau keistimewaan. Keistimewaannya adalah untuk menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat, tapi harus diimbangi dengan disiplin perilaku kita," katanya.

Baca juga: Dampak Perpanjangan PPKM Darurat, Ekonom Khawatirkan Ledakan PHK

Oleh karenanya Ema berharap, para pedagang dan pembeli harus saling menjaga diri. 

"Intinya harus saling mengingatkan, petugas juga jangan hanya rutinitas, bila perlu setiap unit berkeliling. Kalau ada pedagang membandel, peringatkan, kalau masih bandel (dengan protokol kesehatan) bisa dicabut izinnya kalau membahayakan," jelas Ema.

"Itu ada di Undang Undang Karantina, bahkan bisa masuk ranah pidana," tambahnya.

Selain itu, dia menginstruksikan Perumda Pasar Juara Kota Bandung menyosialisasikan secara masif soal pencegahan Covid-19. Salah satunya dengan woro-woro melaui speaker.

"Ini berlaku untuk semua pasar. Relaksasi ada tapi kita bisa mengubah kalau di lapangan tidak mendukung. Pedagang pun jangan merasa bebal, saya minta kesadarannya," pungkasnya.  *** (pam)