Ade Barkah dan Siti Aisyah Jadi Tersangka Kasus Dugaan Suap di Indramayu

Ade Barkah dan Siti Aisyah Jadi Tersangka Kasus Dugaan Suap di Indramayu
ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi
WJtoday, Jakarta - Mantan Anggota DPRD Jawa Barat periode 2014_2019 dari Dapil Kota Bekasi-Depok Siti Aisyah ditetapkan sebagai tersangka bersama Ketua DPD Golkar Jawa Barat Ade Barkah oleh Komisi Pemberantaaan Korupsi (KPK). 

Sebelumnya Siti Aisyah sempat diperiksa KPK terkait kasus suap anggaran bantuan provinsi untuk Kabupaten Indramayu. Sedangkan Bupati Indramayu Supendi dan kepala Dinas PUPR Indramayu serta anggota DPRD Jabar Abdul Rozak sudah lebih dulu ditahan KPK.


KPK sendiri terus mendalami kasus tersehut dengan memeriksa tujuh anggota dan mantan anggota DPRD Jawa Barat (Jabar) mengenai aliran dana terkait pengurusan bantuan provinsi (banprov) untuk Pemerintah Kabupaten Indramayu tahun 2019.

Hal ini dilakukan penyidik saat memeriksa ketujuh legislator Jabar tersebut sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka kolega mereka, mantan anggota DPRD Jabar, Abdu Rozak Muslim.

DPRD Jabar yang sudah diperiksa penyidik, yaitu Eryani Sulam, Al Maida Rosa Putra, Dadang Kurniawan, Lina Ruslinawati, Hasbullah Rahmad, Ganiwati dan Siti Aisyah Tuti Handayani. Ganiwati dan Siti Aisyah Tuti merupakan anggota DPRD Jabar periode 2014-2019. Sementara lima orang lainnya merupakan wakil rakyat di Provinsi Jawa Barat periode 2019-2024.

"Didalami adanya dugaan aliran sejumlah uang ke berbagai pihak yang terkait dengan perkara ini," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, pada media.

"Melalui keterangan para saksi tersebut, tim penyidik KPK masih terus mendalami terkait teknis pengurusan Banprov oleh anggota DPRD Provinsi Jabar untuk Kabupaten Indramayu melalui konfirmasi berbagai dokumen yang telah dilakukan penyitaan,"ujarnya.

Kasus yang menjerat Abdul Rozaq merupakan pengembangan perkara suap terkait proyek di Indramayu yang menjerat Supendi selaku Bupati Indramayu; Omarsyah selaku Kepala Dinas PUPR Indramayu; Wempy Triyono selaku Kabid Jalan Dinas PUPR Pemkab Indramayu; dan pengusaha Carsa ES. Keempat orang itu telah divonis bersalah dan sedang menjalani hukuman pidana.

Dalam perkara ini, Abdul Rozaq diduga menerima suap sekitar Rp 8,5 miliar dari Carsa. Suap itu diberikan lantaran Abdul Rozaq telah membantu mengurus sejumlah proyek dari dana bantuan provinsi untuk Pemkab Indramayu untuk dikerjakan Carsa.***