20 Advokat Siap Pasang Badan Untuk Munarman

20 Advokat Siap Pasang Badan Untuk Munarman
Munarman telah tiba di Rumah Tahanan (Rutan) Narkoba Polda Metro Jaya. Dia datang dikawal ketat oleh penyidik Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri.

WJtoday, Jakarta - Ditangkapnya mantan Sekretaris Umum FPI, Munarman pada Selasa (27/4) sore kemarin, atas dugaan keterlibatannya dengan sejumlah aksi terorisme, memunculkan pro dan kontra dimasyarakat.

Pasalnya hingga saat ini berbagai kalangan menuding penangkapan Munarman, yang diduga terlibat sejumlah aksi terorisme, terlalu prematur dan tak memiliki bukti.

Pengacara Azis Yanuar menyebutkan sekitar 20 advokat akan pasang badan mendampingi Munarman, eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) dan kuasa hukum Rizieq Shihab.

“Tim kuasa hukum sejauh ini ada 20-an,” kata Azis Yanuar, Selasa (27/4)

Ia lanjut membenarkan kabar bahwa dirinya akan menjadi bagian dari tim kuasa hukum tersebut.

Sebelumnya Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap Munarman di kediamannya, Pondok Cabe, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa sekitar pukul 15.30 WIB.

Munarman ditangkap oleh beberapa anggota Densus 88, kemudian dibawa ke Polda Metro Jaya dengan mobil berwarna putih.

Munarman ditangkap atas dugaan terlibat kegiatan baiat/pengambilan sumpah setia di Jakarta, Medan, dan Makassar beberapa tahun yang lalu.

Kegiatan itu diduga dapat mengarah pada aksi radikalisme teroris.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Argo Yuwono, membenarkan alasan penangkapan itu.

Keterangan yang sama turut disampaikan oleh Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Kombes Pol. Ahmad Ramadhan.

“Jadi, terkait dengan kasus baiat di UIN Jakarta, kemudian kasus baiat di Makassar dan Medan. Tiga hal tersebut lebih detailnya tanya kepada Kabid Humas Polda Metro Jaya,” kata Ramadhan

Namun, kuasa hukum Munarman, Azis Yanuar, menolak alasan kepolisian tersebut.

Munarman, menurut Azis, hanya menghadiri acara seminar, bukan kegiatan baiat.

“Beliau (Munarman, red.) menjelaskan pada waktu itu hadir di seminar. Jika ada masalah atau hal-hal lain di luar seminar, beliau tidak tahu-menahu,” kata Azis.

Ia menekankan, “Prinsipnya, beliau menolak teror dan tindak terorisme.”

Tidak lama setelah penangkapan itu, Azis mengatakan bahwa pihaknya segera mendatangi kediaman Munarman untuk memeriksa kondisi rumah dan keluarga kliennya. ***